• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Kamis, Maret 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Yang Terjadi Adalah Konflik Struktural

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
9 Januari, 2016
in Sajian Utama
Reading Time: 1 min read
A A
0
Yang Terjadi Adalah Konflik Struktural
Share

Eskalasi konflik agama di Indonesia belum dikatakan besar, hanya kalau tidak diantisipasi secara progresif dan komprehensif maka konflik agama di negara ini akan terjadi lebih besar. Yang terjadi selama ini adalah konflik struktural karena kurang hadirnya pemerintah dalam mengatasi secara cepat. Terutama masalah ekonomi kerakyatan yang dapat memicu konflik sosial dan bisa merambat konflik agama.

Seperti yang sering terjadi di Papua (Tolikara dan Manokwari) sebenarnya bukan konflik agama, tetapi konflik sosial-ekonomi. Karena agama paling mudah dimanfaatkan sebagai ‘bensin’ konflik. Konflik biasa terjadi ketika ada Pilkada.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Sesungguhnya di Papua terjadi kecemburuan sosial antara penduduk asli dengan para pendatang yang memiliki ekonomi yang lebih maju. Di satu sisi ‘gula’ Otsus Papua tidak mampu dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat asli Papua.

Ada contoh toleransi yang baik yang perlu diangkat kembali di Papua, yaitu kedatangan agama Kristen atau masuknya Injil ke Papua yang dilakukan oleh zendling Ottow dan Geissler pada 5 Februari 1855, adalah seijin Sultan Tidore yang muslim dan kemudian diantar menggunakan perahu milik orang muslim. Sehingga bisa mendarat di Pulau Mansinam Manokwari. Sejarah ini yang tidak dipublikasi dan diangkat sebagai sejarah toleransi di Papua.

___________________

Dr Ir H Mulyadi Djaya, MSi, Ketua PWM Papua Barat

Tags: beritamuhammadiyahsajian utama
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Mengkambinghitamkan Agama

Mengkambinghitamkan Agama

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In