• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Tokoh Islam Didorong Miliki Negosiasi Politik Yang Handal

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
12 Februari, 2016
in Berita, Dinamika persyarikatan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tokoh Islam Didorong Miliki Negosiasi Politik Yang Handal
Share

JAKARTA — Muhammadiyah akan terus mendorong kekuatan Islam lebih tampil dalam setiap bidang, tak terkecuali politik. Sebab, perjuangan politik merupakan hal yang penting dan strategis.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa Muhammadiyah dalam sejarahnya tak bisa dilepaskan dengan kiprahnya dalam politik. Namun, menurut dia, kini, Muhammadiyah berpandangan membangun umat dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan adalah hal yang juga sangat utama dilakukan.

Baca Juga

Cerita Menjelang Pilpres: Kisah Warga Persyarikatan

Derap Langkah IMM Menghadapi Tantangan Ekonomi-Politik Kontemporer

“Politik yang berwajah islami,” ujar Haedar yang mengharapkan kondisi politik lebih baik di Indonesia saat menerima kunjungan Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama, di Jakarta, Rabu (10/2).

Haedar menerangkan bahwa Muhammadiyah memang tidak secara praktis masuk ke bidang politik. Namun, bukan berarti Muhammadiyah tak berkepentingan dengan politik. Muhammadiyah sangat menginginkan, tokoh Islam bisa berjuang di bidang politik untuk membangun umat Islam agar lebih kuat.

Ia pun mengungkapkan, ada tugas besar yang harus diselesaikan umat Islam dalam politik. “Umat Islam harus menguatkan ukhuwah dan mengurangi hizbiyah,” lanjut Haedar.

Menyinggung hal lain seperti kajian-kajian yang ada, Haedar juga menyampaikan bahwa umat Islam harus bisa merangkul kaum abangan yang jumlahnya diperkirakan mencapai 65 persen di Indonesia ini. Sebab, menurutnya jika kekuatan kaum santri dan abangan disatukan, maka umat Islam akan semakin maju dalam kancah politik.

Di samping itu, tokoh Islam yang ada di parpol dan ormas pun, harus memiliki tradisi negosiasi dan agregasi politik yang mumpuni. “Ini problem,” kata dia yang menyoal kemampuan lobi politik tokoh Islam. (Ridlo Abdillah-ed Thari)

 

Tags: featuredMuhamamdiyahPartai IdamanPolitiksilahturahmi
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Pemilu Sistem Proporsional Terbuka dan Tertutup
Opini

Cerita Menjelang Pilpres: Kisah Warga Persyarikatan

5 September, 2023
Derap Langkah IMM Menghadapi Tantangan Ekonomi-Politik Kontemporer
Opini

Derap Langkah IMM Menghadapi Tantangan Ekonomi-Politik Kontemporer

29 Agustus, 2023
Warga Muhammadiyah Harus Melek Politik
Berita

Warga Muhammadiyah Harus Melek Politik

29 Agustus, 2023
Next Post
Keluarga Perlu Waspadai Perayaan Valentine

Keluarga Perlu Waspadai Perayaan Valentine

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In