• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Jumat, Maret 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Menyambut Pastur Dengan Pengajian Umum

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
14 Februari, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
1
KHA Dahlan Pahlawan yang Melahirkan Pahlawan
Share

Pastur Dr Zwijmer mempunyai daerah kerja yang luas di seluruh Asia. Dalam kunjungannya ke Indonesia, dia sempat mengadakan khutbah di beberapa gereja, antara lain di; Banjarmasin, Ujung Pandang, Surabaya dan Yogyakarta. Adapun isi khutbahnya banyak sekali menghina agama Islam.

Kedatangan Pastur itu ke Indonesia, khususnya ke Yogyakarta didengar oleh KH Ahmad Dahlan, termasuk penghinaannya terhadap Islam. Pada saat kedatangannya di Yogyakarta, disambut dengan mengadakan pengajian umum bertempat di Ngampilan. Dalam pengajian umum itu, Pastur Dr Zwijmer diundang untuk mendengarkan serta diberi kesempatan untuk menerangkan tentang agamanya, dan diminta pula kesediaannya untuk menjawab pertanyaan dari hadirin. Akan tetapi dia tidak datang.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Sebagai pembicara dalam pengajia umum itu, KH Ahmad Dahlan menerangkan mengenai agama Islam, yang oleh beliau diibaratkan sebagai sekolahan, yaitu bertingkat-tingkat dari kelas satu sampai kelas yang tertinggi. Begitu pula agama Islam, pada zaman Nabi Adam diibaratkan baru kelas satu. Kemudian berturut-turut pada Nabi-nabi berikutnya, naik satu kelas. Dan pada zaman sekarang ini kita sudah sampai pada kelas yang tertinggi, yakni zaman Nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu hendaklah kita bersatu untuk mempelajari agama itu dengan mempergunakan akal. Janganlah agama itu hanya dibicarakan di Gereja saja (agama Nasrani), di masjidpun tidak ada halangannya.

Sesudah mendapat sambutan seperti itu dari KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta, selanjutnya perjalanan Pastur Zwijmer tidak terdengar lagi. Padahal sebelumnya perjalanannya selalu diberitakan di surat kabar-surat kabar. Peristiwa penyambutan Pastur Zwijmer di Yogyakarta itu, mendapat perhatian Ki Hadjar Dewantara. Dalam tulisannya yang dimuat dalam surat kabar “Darmo Kondo” yang terbit di Solo, beliau antara lain mengatakan bahwa Pastur Zwijmer tidak mampu menghadapi KH Ahmad Dahlan.***

Tags: featuredIslamKH ahmad dahlanmuhammadiyahmutiaratokohYogyakarta
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Prof Dr HM Din Syamsudin : Muhammadiyah Harus Mandiri

Prestasi Sosial PDM Sumbawa

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In