Bupati Sumbawa Buka Musyda Muhammadiyah Ke-8

SUMBAWA–Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumbawa sukses laksanakan Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah ke-8 Kabupaten Sumbawa yang digelar di aula Hotel Sernu Raya (27-28/2)

Acara ini dibuka secara langsung oleh Bupati Sumbawa, dan hadir pula Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H Mahmud Abdullah, Ketua DPRD Sumbawa Lalu Budi Suryata, SP, Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Kamaluddin, ST, wakil ketua DPRD Sumbawa H Ilham Mustami, S.Ag yang juga wakil ketua PDM periode 2010- 2015, dan tokoh masyarakat, tokoh agama lainnya di Sumbawa.

Dalam pembukaan, ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, H. Falahuddin, S. Ag. M. Ag, mengatakan, dewasa ini Muhammadiyah dihadapkan dengan tantangan besar. Modal usaha dan modal budaya yang dimiliki, sekarang mengalami pergeseran dan perubahan.

Ia juga menambahkan, bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang sejati berwatak tajdid, tidak hanya dituntut untuk responsif atas perkembangan, akan tetapi muhammadiyah juga dihadapkan pada panggilan serta kewajiban sejarah untuk melakukan ‘tanwir’ atau pencerahan dengan tawaran- tawaran risalah Islam yang menyebarkan rahmatan lil alamin.

“Muhammadiyah dituntut untuk meneguhkan dan menawarkan Islam yang berorientasi pada tegaknya nilai- nilai kemanusiaan, pembebasan dan pencerdasan pikiran maupun rohani sekaligus menyebarkan nilai- nilai yang fitri dan otentik,” tegas Ketua Umum PWM NTB.

Oleh karena itu sambungnya, momentum Musyda-8 Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa ini, sangat strategis untuk memikirkan langkah-langkah muhammadiyah Sumbawa selanjutnya dalam melakukan upaya- upaya pencerahan kehidupan kemanusiaan terutama di Sumbawa.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Musyda-8 Muhammadiyah Sumbawa, A Rahman Yusuf, S.Pd, dalam laporannya, Musyda ke -8 ini dihadiri oleh anggota pimpinan daerah, ketua pimpinan cabang, anggota musyawarah pimpinan daerah wakil cabang, ketua pimpinan ranting, wakil ranting, wakil pimpinan ortom tingkat daerah. Hadir juga sebagai peserta wakil pembantu pimpinan tingkat daerah, undangan khusus dari kalangan muhammadiyah, serta peninjau.

Dikesempatan tersebut, A. Rahman Yusuf, S.Pd, juga menyebutkan, pesertanya berjumlah 131 orang masing- masing 13 orang unsur PDM, ketua PCM 17 orang , wakil cabang 51 orang, PRM 17 orang wakil PRM 17 orang serta ortonom 8 orang.

“Jadi peserta yang memiliki hak suara dalam Musda kali ini yakni 131 orang, dan Muhammadiyah betul- betul untuk memilih pemimpinnya dilakukan dengan musyawarah dan tidak ada voting dalam Muhammadiyah,” tegasnya.

Bupati Sumbawa, Drs. HM Husni Djibril, BSc, dalam sambutannya, mendukung penuh gerakan-gerakan kemuhammadiyahan, dan sejarah Indonesia pun tidak pernah lepas dari Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut, ia menginginkan Muhammadiyah menjadi salah satu mitra Pemda dalam berbagai ragam persoalan daerah.

Kaitan dengan LGBT, untuk menghindari paham ini, Bupati meminta agar Muhammadiyah membangun sinergi dengan pemerintah, serta aktif dalam mengkampanyekan dan mendakwahkan tentang bahaya kemunculan paham ini di tanah intan bulaeng.

“Muhammadiyah harus menjadi corong, serta menjadi salah satu mitra penting dalam pemerintahan,” tegasnya (ed-Th)

Exit mobile version