Pak AR pun Mengangkut Koper

Pak AR pun Mengangkut Koper

Masih sekitar tahun 1965, Pak AR menjemput kemanakannya, namanya Ibu Zahri asal Wonokromo, pulang dari haji. Akan tetapi karena jarang bertemu, Ibu Zahri ini tidak mengenal wajah Pak AR.

Kebetulan Pak AR mempunyai kemanakan lain yang bernama Djumali asal Blawong dan kebetulan juga wajahnya agak mirip dengan Pak AR. Ibu Zahri yang dijemput tadi sudah agak familiar dengan Pak Djumali.

Karena itu begitu melihat Pak AR menjemput, Pak AR dikiranya Pak Djumali. Langsung saja Pak AR diperintah “Dik tolong ini dibawa ke mobil itu!”.

Dengan santai dan tenang Pak AR mengangkuti kopor-kopor besar itu ke mobil. Belakangan Ibu Zahri yang baru pulang haji dan menyuruh-nyuruh Pak AR ngangkut barang-barang itu diberitahu oleh ibunya (Ibu Kanjeng) bahwa itu mungkin bukan Pak Djumali, tetapi Pak AR, pamannya yang tinggal di Semarang.

Ketika dikonfirmasi dengan Pak Djumali betul bahwa Pak Djumali tidak menjemput. Kontan hari itu Ibu Zahri berangkat lagi ke Semarang untuk meminta maaf.

Tentu saja Pak AR hanya tersenyum dan bilang ; “Tidak apa-apa. Kan niat saya mangayubagyo orang pulang haji. Bisa ikut ngangkut koper Alhamdulillah”

Exit mobile version