JAKARTA,- Kepala Polri Jendral Badrodin Haiti tak mempermasalahkan proses otopsi Siyono yang dilakukan oleh dokter dari Muhammadiyah. Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir setelah bersama rombongan PPMuhammadiyah diterima Kapolri.
Tim Dokter Forensik Muhammadiyah juga berhak melakukan otopsi berdasarkan otoritas yang dimiliki Komnas HAM. “Maka kerja samanya justru pak Kapolri menugaskan dokter forensiknya bergabung dengan tim di lapangan,” kata Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Rombongan PP Muhammadiyah terdiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, Ketua Prof Dr Muhajir Effendi, Ketua Dr Busro Muqoddas, Ketua dr Agus Taufiqurahman MKes, Ketua Drs H Hajriyanto E Tohari MA, Bendahara Umum Prof Dr Suyatno, Sekretaris Drs Marpuji Ali dan Rektor UM Malang Fauzan. Rombongan bertemu dengan Kapolri beserta staf dalam pertemuan tertutup.
Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, ada beberapa hal yang dibahas. Salah satunya kasus Siyono yang tewas usai ditangkap Densus 88.
Kami juga sampaikan masalah yang menyangkut Siyono. Wilayah yang menyangkut pemberantasan terorisme yang jadi tugas kepolisian itu tugas kepolisian, kami hormati,” kata Haedar kepada wartawan usai pertemuan.
Haedar juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah sebatas melakukan tugas kemanusiaan terhadap orang yang merasa punya masalah, termasuk aspek advokasi hukum yang memang selama ini biasa dilakukan. “Alhamdullilah, respons Kapolri cukup bagus. Pertama, meningkatkan kerja sama dengan Muhammadiyah, saling pengertian,” ujar Haedar.
“Yang kedua respons sangat positif bahwa kami akan terus melakukan langkah-langkah hukum meneliti seberapa jauh ada penyimpangan atau kekeliruan prosedur di lingkungan internal sendiri yang nanti akan dilaporkan pihak kepolisian,” sambungnya.
Menurut Haedar, Badrodin menghormati yang dilakukan Tim dokter forensik Muhammadiyah bersama Komnas HAM. Dalam tim itu ada juga dari kepolisian. “Sehingga ini ada jadi satu pengertian, nanti menunggu hasilnya dari tim forensik yang dibentuk Tim Komnas HAM, timnya dari Tim kedokteran Muhammadiyah ditambah kepolisian,” papar dia.
Haedar mengatakan, respon Badrodin cukup positif. Dengan demikian, kerja sama Polri dan Muhammadiyah dapat ditingkatkan.(le)
