• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Taman Pustaka Muhammadiyah dan Dakwah Komunitas

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
11 Mei, 2016
in Kolom
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kongres Muhammadiyah Tahun 1922

Bestuur Taman Pustaka 1922 Foto Dok Pusdalit SM

Share

Penyegaran Taman Pustaka  

Komunitas yang kreatif dan berdaya-tahan pada umumnya tumbuh di luar struktur yang formal. sayap kreatif biasanya muncul dari luar struktur formal” (Dahlan, 2016). Di dalam komunitas literasi juga sangat mendesak untuk adaptif terhadap media baru yaitu media online atau media sosial. Keberadaan taman pustaka dapat dikolaborasikan dengan radio untuk menyiarkan manfaat buku, begitu juga facebook, twitter, instagram, dan lainnya dapat didayagunakan untuk memaksimalkan fungsi taman pustaka bagi lebih banyak orang yang tak dibatasi ruang. Inilah nafas segar baru yang punya peluang kemanfaatan bagi gerakan pencerahan.

Baca Juga

Tausyiah Kemerdekaan, MPI PWM Sumut Bagikan 170 Quran untuk 10 Masjid Taqwa

MPI Menerima Kitab dan Buku Milik Kiai Basyir dan Ahmad Azhar Basyir

Di Muhammadiyah, keberadaan perpustakaan di level ranting atau komunitas adalah media dakwah Komunitas yang sangat strategis untuk membangun mentalitas cinta arsip, cinta pengetahuan, melek media, dan terampil sebagai fondasi gerakan berkamajuan. Dakwah Komunitas (inklusif) sendiri merupakan keputusan penting dalam muktamar Muhammadiyah di Makasar lalu (2015).

Kegunaan lainnya adalah bahwa komunitas literasi dapat memiliki kesadaran penulisan sejarah kampung, sejarah lokal seperti sejarah ranting atau cabang Muhammadiyah bisa dimulai dan digerakkan dari pegiat literasi level komunitas (taman pustaka) karena pastilah pengelola taman pustaka adalah insan yang sadar dokumentasi, sadar pentingnya menulis sebagai bentuk apresiasi atas nilai nilai positif dari apa yang dibaca, disaksikan, dan diinginkannya. Pegiat literasi di taman pustaka dapat mengabadikan pemikiran tokoh lokal, ketua ranting, atau bahkan siapa saja yang ada di denyut nadi gerakan di level ranting atau komunitas. Kesadaran menulis sejarah paling gampang diinternalisasi pada insan-insan pustaka–pecinta buku, arsip, dokumentasi. Bukan hanya tulisan, taman pustaka bisa mengarsipkan suara sebagaimana yang “radio buku” lakukan, juga bisa mengarsipkan audio-visual sekaligus. Artinya, taman pustaka juga bisa melakukan konvergensi media dengan online-offline dan kreatif menghidupi gerakannya. Semoga bermanfaat.

 

Page 3 of 3
Prev123
Tags: Dakwah KomunitasfeaturedGerakan 1000 Taman Pustakakomunitas literasimpiPenyegaran Taman PustakaPerpustakaan RakyatTaman Pustaka Muhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Tausyiah Kemerdekaan, MPI PWM Sumut Bagikan 170 Quran untuk 10 Masjid Taqwa
Berita

Tausyiah Kemerdekaan, MPI PWM Sumut Bagikan 170 Quran untuk 10 Masjid Taqwa

17 Agustus, 2023
MPI Menerima Kitab dan Buku Milik Kiai Basyir dan Ahmad Azhar Basyir
Berita

MPI Menerima Kitab dan Buku Milik Kiai Basyir dan Ahmad Azhar Basyir

15 Agustus, 2023
MPI Muhammadiyah Sumut Susun Aksi Besar di Tahun 2023-2024
Berita

MPI Muhammadiyah Sumut Susun Aksi Besar di Tahun 2023-2024

5 Agustus, 2023
Next Post
palestina

Membangun Umat Nirmadzhab

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In