• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Belajar Kearifan dari Manusia Dahlan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
20 Mei, 2016
in Berita, Dinamika persyarikatan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Takut Disaingi
Share

YOGYAKARTA. suaramuhammadiyah.com— Mempelajari pemikiran Kyai Dahlan, sama dengan belajar kearifan dalam kehidupan. “Tiga karakter yang saya amati dari beliau adalah sosok yang cerdas, shaleh, dan pekerja keras,” kata Wawan Gunawan , anggota Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Jika sekilas saya lihat foto beliau, saya yakin kalau beliau ini tidak pernah tertawa terbahak-bahak. Mungkin sesekali beliau tersenyum, karena terlihat serius,” tandasnya dalam acara Diskusi Perkaderan Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPK PDM) Kabupaten Sleman, Ahad, (15/5). Acara diskusi perkaderan sendiri, bertempat di SMK Muhammadiyah Mlati, dan dihadiri oleh lintas generasi aktivis Muhammadiyah Kabupaten Sleman.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Karakter Kyai Dahlan di atas, tergambar dalam buku Pelajaran K.H.A Dahlan; 7 Falsafah & 17 Kelompok Ayat Al-Qur’an karya K.H.R Hadjid. Keseluruhan karakter tersebut, terhimpun dalam salah satu ajaran beliau, yakni pentingnya keikhlasan dalam hidup. “Untuk menggambarkan ikhlasnya Kyai Dahlan ini, beliau buktikan dengan sikapnya yang berani mengkritik dirinya sendiri sebagi ulama yang masih jauh dari kata baik”, kata Wawan.

“Tentu berbeda dengan ulama sekarang yang pede mengaku dirinya paling benar,” tambahnya. Kyai Dahlan juga tak sungkan untuk belajar pada siapapun. Seperti mempelajari Fikih empat Imam Madzhab. “Maka dari itu, beliau ini madzabnya adalah madzhab belajar,” ujar dosen UIN Sunan Kalijaga ini.

Kearifan Kyai Dahlan juga terlihat ketika menyikapi pertanyaan seorang awam tentang kebolehan shalat dengan menggunakan bahasa daerah. “Jawaban Kyai Dahlan luar biasa. Beliau memperbolehkan orang tersebut shalat dengan bahasa daerah, dengan catatan tetap mempelajari bahasa al-Qur’an,” pungkas Wawan Gunawan. (GR)

Tags: featuredK.H.A Dahlankyai dahlanmuhammadiyahSuara Muhamamdiyahtokoh muhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Artis Ria Irawan ikuti Roadshow Eagle Awards ke UMM

Eagle Awards Ajak Mahasiswa UMM Peduli Kesehatan Melalui Film

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In