• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Rabu, Maret 25, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Cicit KH Ahmad Dahlan Jelaskan Makna Berkemajuan

by
12 Juni, 2016
in Dinamika persyarikatan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Share

TALANG – Perhelatan Musyawarah Cabang (Musycab) Muhammadiyah dan Aisyiyah Talang II berlangsung dengan lancar. Sebelumnya telah digelar berbagai kegiatan gebyar yaitu jalan sehat, ruqyah syar’iyyah, donor darah, pengobatan gratis, pawai ta’aruf, bazar. Pada puncak acara Tabligh Akbar, Sabtu  (28/5/16) menghadirkan pembicara Cicit KH Ahmad Dahlan Munichy B Edrees M Arch dari Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Dalam tabligh akbar yang diselenggarakan di MDTA Al-Kautsar Pacul itu dihadiri oleh 600 orang. Mereka adalah warga dan simpatisan Muhammadiyah Talang II.

Cicit KH.Ahmad Dahlan menyampaikan tentang pentingnya ibadah dan memahami makna berkemajuan serta selalu memberi pencerahan seperti halnya KH Ahmad Dahlan terdahulu. “Beribadah itu mudah dan gratis, sedangkan maksiat itu gampang tapi harus bayar,” kata mantan ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ini.

Baca Juga

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

Lebih lanjut Munichy mengajak kepada seluruh warga Muhammadiyah harus bisa melanjutkan misi Ki Dahlan terdahulu dengan membebaskan dari Tahayul Bid’ah Khurafat (TBC), namun tidak langsung menuduh bahwa itu bid’ah, apa-apa bid’ah, melenceng sedikit dibilang bid’ah. “Maka dalam hal ini Muhammadiyah mengusung berkemajuan, dalam arti berkemajuan itu harus bisa membedakan anatara Tahayul, Bid’ah dan Khurafat,” ujarnya.

Agenda Pimpinan Pusat Muhammadiyah Konsolidasi Nasional Muhammadiyah beberapa minggu lalu, berusaha mewujudkan cita-cita untuk mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya. Dalam hal ini warga Muhammadiyah harus esensi dalam ber-Muhammadiyah. “Esensi ber-Muhammadiyah itu ber-Islam, dalam rangka perintah Agama, serta berdakwah. Maka di manapun anda berada harus ada unsur dakwah,” tuturnya.

Diakhir, Munichy menegaskan bahwa berkemajuan itu artinya cerdas, cerdas dalam memilih mana yang baik dan yang benar, memilih surga atau neraka. (RZ/MPI Tegal)

Related Posts

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu
Berita

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu

11 Maret, 2026
Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 
Berita

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

11 Maret, 2026
Dosen UM Bandung: Amanah dan Kompetensi Kunci Profesionalisme
Berita

Dosen UM Bandung: Amanah dan Kompetensi Kunci Profesionalisme

11 Maret, 2026
Next Post

Wakil Walikota Nyatakan Hari-MU Adalah Berkah Bagi Kota Solok

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In