SOLO — Sebanyak 106 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo melakukan simulasi penanganan kecelakaan lalu lintas di Kampung Jetis Kadipiro Surakarta
“Pelatihan penanganan penderitaan gawat darurat (PPGD) atau basic trauma cardiac life support dan mengevakuasi ke rumah sakit terdekat,” jelas Humas STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Teguh Wahyudi kepada wartawan, di Solo, Minggu (5/06).
Teguh mengatakan bahwa saat ini banyak sekali kejadian di sekitar kita berupa kecelakaan yang sifatnya massal dan menimbulkan banyak korban, baik meninggal maupun luka yang mengakibatkan cacat seumur hidup.
Oleh karena itu, STIKES PKU Muhammadiyah Solo membekali mahasiswa dengan kegiatan simulasi agar di masa yang akan datang, baik mahasiswa maupun alumni STIKES PKU Muhammadiyah Solo menjadi garda terdepan dan siap melaksanakan pertolongan pertama jika terjadi sewaktu waktu di sekitarnya atau bahkan nanti akan sangat berguna ketika bekerja di rumah sakit maupun klinik. Simulasi ini terlaksana bekerja sama deengan berbagai institusi diantaranya, Instruktur dari Tim 119 Jakarta, Lakalantas, PMI cabang Surakarta, LazizMU, FKPM Kadipiro dan stake holder yang terkait.
Sementara itu, simulasi diawali terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil panther dan mobil APV serta empat sepeda motor. Sehingga mengakibatkan 20 korban, masing-masing 10 korban luka berat, Sembilan luka ringan dan satu meninggal dunia, di antara terdapat korban wanita hamil dan anak kecil.
Sesaat kemudian setelah mendapat laporan adanya kejadian kecelakaan, petugas kesehatan peserta simulasi langsung menuju ke tempat kejadian perkara. Melihat korban bergelimpangan, petugas langsung dengan sigap menangani secara darurat dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Menurut ketua pelaksana Anis Prabowo SKM MGiz bahwa simulasi ini dilaksanakan setelah para peserta sudah mengikuti pelatihan selama 3 hari sebelumnya dengan materi di antaranya pengelolaan kasus trauma capitis, trauma thorax, trauma abdomen, penanganan luka dan pendarahan, strain, sprain dan fraktur serta luka bakar. “Dihari ketiga para peserta juga mendapatkan materi Praktek Triage Bencana CPR/Resustasi Jantung Paru, EKG, Air way Management dan intubasi Pemakaian alat-alat Emergency dan EvakuasiBalut Bidai/ Fiksasi pada Trauma Pra Rumah sakit, Initial Asessment,” tutur Anis Prabowo.