• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Minggu, Maret 22, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

STIKES PKU Muhammadiyah Solo Bekali Kompetensi PPGD dan BTCLS

by
13 Juni, 2016
in Dinamika persyarikatan
Reading Time: 1 min read
A A
0
STIKES PKU Muhammadiyah Solo Bekali Kompetensi PPGD dan  BTCLS
Share

SOLO —  Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang kegawatdaruratan, Prodi D3 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta bekerjasama dengan Jakarta Medical Service & Training 119, menggelar pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) dan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS).

“Pelatihan yang diselenggarakan di Kampus STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dari tanggal 2 – 5 juni 2016., selain diikuti oleh peserta internal mahasiswa STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta juga diikuti oleh mahasiswa program Ners dari perguruan tinggi lain dan para perawat rumah sakit dengan total peserta sebanyak 106 orang,” ungkap Anis Prabowo SKM MGiz Ketua Panitia Pelatihan.

Baca Juga

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

Dalam acara pembukaan, Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti SKep MKes menyatakan, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab STIKES untuk memberikan bekal atau skill tambahan bagi calon alumni, sehingga lulusan mempunyai pembeda dengan alumni dari perguruan tinggi sejenis dan siap berkompetisi ketika memasuki dunia kerja.Selain itu pelatihan juga untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peserta pelatihan (Perawat, Bidan, dan Dokter umum) dalam bidang Penanganan Kedaruratan Trauma dan Jantung.

“Sekarang ini yang dibutuhkan rumah sakit maupun instansi pelayanan kesehatan bukan saja lulusan perawat yang memiliki ijazah saja, tapi juga lulusan perawat yang memiliki berbagai kompetensi yang tersertifikasi,” ujar Weni.

Menurut Anis Prabowo, setelah mengikuti pelatihan BTCLS, peserta pelatihan (Perawat, Bidan dan Dokter umum) diharapkan mempunyai kemampuan dan keterampilan tentang Penanganan Kedaruratan Trauma dan Jantung serta  mampu melaksanakan tugas atau menolong Penderita Gawat darurat seoptimal mungkin. Juga meningkatkan kemampuan dalam asuhan keperawatan pada klien dengan Emergency of  Nursing atau kegawatdaruratan di Rumah Sakit atau tempat kerja (Teguh Wahyudi).

Related Posts

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu
Berita

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu

11 Maret, 2026
Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 
Berita

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

11 Maret, 2026
Dosen UM Bandung: Amanah dan Kompetensi Kunci Profesionalisme
Berita

Dosen UM Bandung: Amanah dan Kompetensi Kunci Profesionalisme

11 Maret, 2026
Next Post

Majelis Dikdasmen PDM Binjai Adakan Rapat Koordinasi

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In