• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Kronologis Kerusuhan dan Larangan Pendirian Masjid Muhammadiyah di Bireuen

admin by admin
17 Juni, 2016
in Berita
Reading Time: 4 mins read
A A
2
Muhammadiyah Posisikan Negara Pancasila Sebagai Dar al-Ahdi wa al-Syahadah
Share

BIREUEN-Insiden kekerasan di Mushala Muhammad Kecamatan Juli dan munculnya selebaran surat tentang penolakan izin rekomendasi pembangunan Masjid at-Taqwa Muhammadiyah dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen menjadi trending topic di media social. Isu yang berkembang ke publik menjadi simpang siur. Untuk menjernihkan pemberitaan, suaramuhammadiyah.com mencoba menklarifikasi langsung ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)  Juli (Sekretaris PCM Juli Riski Dasilva MA), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bireuen (Ketua PDM dr Athaillah A. Latief, SpOG).

Sekretaris PCM Juli Riski Dasilva menjelaskan bahwa insiden kekerasan terjadi di mushala (masjid kecil) Muhammad yang dibangun dan diwaqafkan oleh Yayasan Syeikh Eid bin Muhammad Al Thani Cabang Indonesia, pada tahun 2008. “Oleh yayasan tersebut menunjuk seorang pengelola Masjid yang bernama Saifuddin (63 Tahun) Warga Desa Juli Keude Dua melalui sebuah Surat Keputusan, yang didalamnya mencantumkan tugas-tugas diantaranya : a. Mengangkat Imam Shalat, b. Mengangkat Muazzin, c. Menghidupkan halaqah-halaqah Pengajian serta melaporkan setiap perkembangan masjid termasuk masalah renovasi masjid kepada Pihak Yayasan yang memberi bantuan,” ungkap Riski yang juga kepala SD IT Muhammadiyah Bireuen itu.

Baca Juga

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

Seiring waktu, jamaah Masjid Muhammad yang didominasi oleh warga Muhammadiyah semakin membludak. Untuk bisa menampung keseluruhan jamaah, pihak PCM Juli merencanakan untuk mendirikan Masjid At-Taqwa Muhammadiyah yang lebih besar, yang berjarak sekitar 30 meter dari Mushala Muhammad.

Hal senada dikuatkan oleh ketua Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bieruen dr Athaillah A. Latief SpOG. Saat dihubungi, Athaillah yang sedang melaksanakan ibadah umrah, menjelaskan bahwa Masjid At-Taqwa Muhammadiyah akan dibangun, berlokasi di atas tanah wakaf pemilik tanah dan wakaf tunai warga Muhammadiyah Juli Keude Dua, Bireuen.

Page 1 of 6
12...6Next
admin

admin

Related Posts

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu
Berita

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu

11 Maret, 2026
Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 
Berita

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

11 Maret, 2026
Dosen UM Bandung: Amanah dan Kompetensi Kunci Profesionalisme
Berita

Dosen UM Bandung: Amanah dan Kompetensi Kunci Profesionalisme

11 Maret, 2026
Next Post
AUM Kesehatan sebagai Media Dakwah Persyarikatan

AUM Kesehatan sebagai Media Dakwah Persyarikatan

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In