• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Mahfud MD: Menyalahkan Orang Mudik Itu Ngawur

admin by admin
12 Juli, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Mahfud MD: Menyalahkan Orang Mudik Itu Ngawur
Share

YOGYAKARTA, suaramuhammadiyah.id,- Tak ada salahnya mudik. Demikian ungkap Prof Dr Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi) menanggapi adanya orang yang menyalahkan pemudik yang menimbulkan kemacetan di jalanan.

Baca: Suasana Brexit Ingatkan Suasana Padang Mahsyar

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Saya tiap tahun pasti mudik. Itu tradisi Islam yang bagus. Yang menyalahkan orang mudik itu yang ngawur,” tulis Mahfud MD dalam akunnya.

Menurut Mahfud, mudik itu khas Indonesia dan Malaysia. Mudik lebaran yang ada  hanya di Indonesia dan  Malaysia. Di negara-negara Islam lain, tak ada tradisi mudik. Mereka melakukan maaf-maafan setiap saat.

Memang di negara-negara non Muslim juga ada mudik, tetapi bukan mudik lebaran. Di China ada mudik, saat tahun baru Imlek. Demikian pula di beberapa negara Barat juga ada mudik, hari-hari berkumpul dengan keluarga.

Untuk Idul Fitri, hanya kaum muslimin di Indonesia dan Malaysia saja yang melakukan mudik. Mudik adalah tradisi Islam Indonesia. Di negara-negara Arab, tradisi ini tidak ada.

Dengan tradisi-tradisi ini Islam dikembangkan di Indonesia. Islam sejak awalnya dikembangkan melalui budaya-budaya yang menyatu dengan masyarakat. Tetapi memang pengembangan budaya ini harus dilakukan secara selektif. “Dalilnya berbunyi, “al Adatu muhakkamah”. Budaya dihukumi menurut sifatnya” kata Mahfud.

Mudik

Budaya merupakan instrumental dalam pengembangan agama. Makanya ada nilai fundamentall dan ada nilai instrumental. Yang instrumental tetap berpijak pada yang fundamental. Tradisi mudik tentu tak lepas dari nilai fundamental itu(le).

Tags: budayaMahfud MDmudikmuhammadiyah
admin

admin

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Fatwa Tarjih Tentang Pertunangan

Fatwa Tarjih Tentang Pertunangan

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In