• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Tito Mengaku Anggota Pengajian Pak Din

admin by admin
19 Juli, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tito Mengaku Anggota Pengajian Pak Din
Share

JAKARTA, suaramuhammadiyah.id,- Prof Dr Din Syamsuddin, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat, menceritakan kepada peserta Silaturahmi  Idul Fitri PP Muhammadiyah Jakarta, bahwa Kapolri Jenderal  Tito Karnavian hadir ke PP Muhammadiyah mengaku sebagai anggota pengajiannya Din Syamsuddin . Padahal baru pertama kali ikut pengajian dengannya saat menghadiri pengajian di rumah Ketua DPR setahun yang lalu.

Sebagai seorang guru ngajinya, Pak Din  sontak mendaulat Tito sebagai anggota Muhammadiyah saat ini ketika menceritakan hal tersebut. “Kalau Pak Badrodin anak biologis Muhammadiyah, Pak Tito mulai hari ini juga Muhammadiyah, berdasarkan pemikirannya,” kata Din Syamsuddin.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Baca: Kapolri Badroodin Haiti : ‘Saya Masih Diakui Anggota Muhammadiyah kan?’

Kapolri  Tito sendiri  menghadiri acara silaturahmi  di PP Muhammadiyah berharap agar Muhammadiyah dapat membawa pencerahan, sehingga bisa mengurangi persoalan sosial.

“Saya kira dengan visi dan misi untuk mengangkat Islam menjadi agama yang rasional, modern dan mensejahterakan,  sangat bersinggungan dengan tugas-tugas kepolisian karena tugas polisi melindungi, melayani masyarakat,” kata Tito dalam sambutannya di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/7/2016).

Baca: Kapolri Tito Karnavian Jalin Silaturahmi Dengan Muhammadiyah dan baca juga: Haedar Nashir: Kapolri Tito Jangan Sampai Kehilangan Momentum

Tito mengatakan, dampak dari kemiskinan salah satunya adalah persoalan kamtibmas sehingga dia berharap dengan jaringan Muhammadiyah yang lebih besar dari Polri, dapat mensejahterakan rakyat. Tito bergurau, bila tidak ada lagi persoalan kamtibmas, maka Polri tidak diperlukan lagi. “Kalau polisi tidak ada, saya akan masuk Muhammadiyah,” guraunya.

Tito mengatakan, Polri memiliki tantangan di internal untuk memperbaiki kepercayaan publik. Menurut Kapolri Tito, kepercayaan publik adalah kekuatan yang dipercayakan masyarakat  kepada Polri (le).

Tags: muhammadiyahPak DinTito
admin

admin

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Turki Pertimbangkan Hukuman Mati Pasca Kudeta Gagal

Turki Pertimbangkan Hukuman Mati Pasca Kudeta Gagal

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In