• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Jumat, Maret 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Nasyiatul Aisyiyah Kembangkan Teologi Anfa’uhum Linnas

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
3 Agustus, 2016
in Dinamika persyarikatan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Nasyiatul Aisyiyah Kembangkan Teologi Anfa’uhum Linnas
Share

YOGYAKARTA.suaramuhammadiyah.id-Organisasi perempuan muda berkemajuan, Nasyiatul Aisyiyah selain mengembangkan teologi al-maun juga senantiasa memelihara teologi anfa’uhum linnas (bermanfaat bagi manusia lainnya). Penulis buku “Pergolakan Putri Islam”, Siti Syamsiyatun MA, PhD, melalui riset disertasinya di Monash University pada 2005, membuktikan bahwa kerja-kerja nyata yang dilakukan melalui teologi ini dapat dirasakan di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu dikuatkan oleh pembicara lainnya Rita Pranawati dalam Konferensi Nasional, bertema “Penguatan Peran Perempuan Muda Menuju Indonesia Berkemajuan”, di ruang Prof Baroroh Baried UNISA, Yogyakarta, Rabu (3/8), bahwa Nasyiatul Aisyiyah senantiasa melakukan dedikasi bagi sesama. Usia perempuan muda yang tergabung di NA merupakan usia produktif dan dalam proses mencari pekerjaan. Sehingga keterlibatan dalam organisasi NA sangat membantu dalam menyiapkan usia sosiologis yang benar-benar matang dan produktif.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Kerja-kerja Nasyiah memiliki dampak yang luas di tengah tantangan era digital, globalisasi, bonus demografi, dan era perdagangan bebas, baik dampak secara langsung maupun tidak. Di tengah tantangan itu, Nasyiah berhasil membentuk perempuan menjadi mandiri dan terlibat dalam ranah public. “Ketika perempuan mandiri, maka kekerasan pada perempuan berkurang,” tambah Rita.

Siti Syamsyiatun menyatakan bahwa teologi “anfa’uhum linnas” memiliki cakupan yang luas, termasuk di dalamnya dalam hal membentuk sikap dan karakter para perempuan muda.  Karakter utama dari NA adalah tidak bersumbu pendek, tidak cepat marah, dan tidak mudah meledak-ledak. Dalam beragama, NA mengedepankan cara-cara beragama yang substantif dan membawa nilai kedamaian.

Syamsiyatun mencontohkan perselisihan antara NA dan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia, organisasi yang berafiliasi dengan PKI). “NA dan Gerwani berlawanan, tapi caranya sangat elegan. Dalam rapat, Gerwani menyindir NA ‘kenapa memakai jilbab pakaian orang Arab?’ NA membalas dengan sindiran pula, ‘sampeyan pakai pakaian Jawa apa pakaian Barat?’ Intinya tidak gampang marah,” ungkapnya (Ribas/Nisa).

 

 

Tags: muhammadiyahNasyiatul Aisyiyahteologi anfa'uhum linnas
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Hajriyanto Y Thohari: Dakwah itu Tidak Mengkafirkan dan Tidak Melabeli

Hajriyanto Y Thohari: Dakwah itu Tidak Mengkafirkan dan Tidak Melabeli

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In