JAKARTA, suaramuhammadiyah.id– Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Periode 2016-2018 resmi dilantik, pada Sabtu (6/8) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta. Prosesi pengambilan sumpah jabatan ini turut disaksikan oleh pimpinan lembaga tertinggi negara, Zulkifli Hasan dan tamu undangan lainnya.
Acara itu menandai berakhirnya jabatan segenap struktural DPP IMM Periode 2014-2016, yang diketuai oleh Beni Pramula. Dalam pidato terakhirnya, Beni menitip dua pesan penting untuk para nahkoda DPP IMM Periode 2016-2018 dibawah ketua umum Immawan Taufan Putrev Kerompot.
Pertama, Beni menyampaikan pentingnya internasionalisasi gerakan IMM. Menurutnya, IMM saat ini harus terus meningkatkan pergaulan dan relasinya dengan kehidupan global. Pada masa kepemimpinannya, IMM telah menjadi organisasi yang diperhitungkan di kancah global. Bahkan Beni Pramula sendiri duduk sebagai Presiden Pemuda Asia Afrika.
Menurut Beni, tantangan dan kompetisi mahasiswa dan pemuda saat ini tidak hanya berkutat dalam kompetisi local dan nasional. Namun juga merespon secara cerdas, tepat dan progresif terkait dengan tantangan dan isu-isu dalam skala internasional. Era globalisasi telah membentuk dunia menjadi tanpa batasan ruang dan waktu.
“Saya berharap, kepengurusan DPP IMM periode selanjutnya ini bisa melanjutkan agenda menduniakan gerakan IMM yang telah dibangun pada periode kami kemarin, karena saat ini IMM setidaknya sudah mendirikan 15 cabang istimewa di luar negeri, dan kemarin mereka ikut menghadiri Muktamar IMM ke 17 di Jakarta. Jadi, saya berharap agenda ini dilanjutkan,” tutur Beni.
Pesan kedua, Beni mengingatkan tentang pentingnya persatuan, kebersamaan dan kesolidan di dalam menjalankan amanah kepemimpinan IMM, bukan saling menjegal dan menjatuhkan antar sesama keluarga besar. Hal ini sesuai dengan spirit Muhammadiyah, sedikit berbicara banyak bekerja.
“Sekarang bukan saatnya lagi saling menghujat dan saling manjatuhkan, saatnya berkarya dan berkompetisi dengan mahasiswa dan pemuda-pemuda dunia, tinggal tugas pemimpin berlaku arif, bijak, dan adil,” imbuh ketua DPP KNPI bidang politik ini.
Beni menyatakan bahwa sikap melawan pada pimpinan yang sah termasuk bagian dari dosa besar. “Kita telah siap berba’iat secara bersama-sama, mengucap janji secara bersama di bawah satu Pimpinan. Maka dosa besarlah dan amat sangat besar dosa bagi mereka yang berkhianat kepada pemimpin yang telah berba’iat bersamanya,” ungkap Beni (Ribas).
