Kerjasama dengan Muhammadiyah, BSM Fasilitasi Pembiayaan Line Facility 1 Triliun

Kerjasama dengan Muhammadiyah, BSM Fasilitasi Pembiayaan Line Facility 1 Triliun

JAKARTA.suaramuhammadiyah.id-Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PP Muhammadiyah berkomitmen untuk melakukan kerjasama secara intensif dalam rangka memberdayakan perekonomian bangsa. Perjanjian itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) mengenai kerja sama Penggunaan Jasa dan Produk Perbankan berdasarkan prinsip syariah termasuk di dalamnya pembiayaan line facility senilai Rp1 triliun. Tanda tangan dalam MoU ini dibubuhi langsung oleh Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Agus Sudiarto dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Penandatangan MoU yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat (5/8), itu mencakup kerja sama layanan cash management berupa solusi pengelolaan likuiditas (liquidity solution), solusi penerimaan/tagihan (receivable solution), solusi pembayaran/pengeluaran (payable solution), pemanfaatan produk dana seperti tabungan mudharabah institusi, giro wadiah institusi dan deposito, pemanfaatan produk pembiayaan, sampai dengan pembukaan loket Payment Point Online Bank (PPOB).

Direktur Utama BSM Agus Sudiarto mengatakan, MoU ini memperkuat kerja sama BSM dan Muhammadiyah yang sudah ada sebelumnya. Hingga Juni 2016 BSM sudah bekerja sama dengan 50 Amal Usaha Muhammadiyah seperti perguruan tinggi dan rumah sakit dengan pendanaan mencapai Rp 350 miliar dan pembiayaan Rp 100 miliar.

Kerjasama ini didasari oleh adanya potensi besar yang dimiliki Muhammadiyah. Meliputi puluhan ribu unit Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bisa diklasifikasi dalam lima golongan besar, yakni Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Dakwah dan Ekonomi. Setiap AUM memiliki pengelolaan keuangan secara independen dan akuntabel. ‘”Potensi bisnis dari AUM Muhammadiyah cukup besar. Alhamdulillah mereka mempercayakan pengelolaan keuangannya kepada bank syariah,’’ kata Agus

Agus mengungkap untuk tahap awal ini BSM membidik kerja sama dengan lembaga pendidikan tingkat SMP, SMA dan pendidikan tinggi sederajat dan jasa layanan kesehatan Muhammadiyah yang berada di Jawa Tengah, Bengkulu, Palangkaraya, Pontianak, Maluku dan wilayah-wilayah lain di Indonesia.

BSM dengan statusnya sebagai bank syariah dengan aset terbesar yaitu Rp72,02 triliun per Juni 2016, sangat siap dan optimis bisa mendukung dan mengembangkan AUM. ”Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kami mempunyai concern yang sama yaitu ingin memberdayakan perekonomian bangsa Indonesia, teruama melalui pengelolaan keuangan yang syariah dan berkah,” ujar Agus.

Selain dengan Bank Syariah Mandiri, PP Muhammadiyah juga telah melakukan penandatanganan kerja sama manajemen pengelolaan keuangan dengan PT Bank Bukopin Syariah, dan PT Panin Bank Syariah  (Ribas).

Exit mobile version