• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah: Prasyarat Kemandirian adalah Sumber Daya Manusia yang Cerdas dan Berkarakter

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
26 Agustus, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah: Prasyarat Kemandirian adalah Sumber Daya Manusia yang Cerdas dan Berkarakter
Share

YOGYAKARTA, suaramuhammadiyah.id–Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PP NA) Norma Sari menyatakan bahwa dalam mewujudkan kemandirian pribadi, organisasi, dan bangsa maka dibutuhkan dukungan penuh dari sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter. Hal itu dikatakan dalam sambutan pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XIII yang dihelat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (26/8).

Agenda muktamar NA XIII yang diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Pimpinan Wilayah itu mengusung tema “Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan untuk Kemandirian Bangsa.”

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

“Kemandirian pada hakikatnya dapat dikatakan sebagai kemampuan manusia atau suatu bangsa untuk bertahan dalam lingkungan yang berubah, baik lingkungan alam, masyarakat ataupun lingkungan antar bangsa tanpa mengorbankan falsafah hidupnya. Prasyarat pokok dari kemandirian bangsa adalah ditopang oleh sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter utama,” ujar Norma Sari.

Menurut Norma, manusia yang cerdas adalah manusia Indonesia seutuhnya yang memiliki kekuatan akal budi, moral, dan ilmu pengetahuan yang unggul untuk memahami realitas kehidupan yang terus berubah, serta mampu membangun kehidupan kebangsaan yang berguna bagi terwujudnya cita-cita bangsa.

“Manusia Indonesia yang cerdas memiliki fondasi iman dan taqwa yang kokoh, kekuatan intelektual yang berkualitas, berkepribadian yang utama, menjadi pelaku kehidupan kebangsaan yang positif sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” tutur Norma.

Norma mengingatkan bahwa kemandirian yang diusung Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya bagi pribadi anggota NA, namun juga bagi organisasi dan bangsa. “Nasyiah hari ini dihadapkan pada tantangan bukan hanya mandiri sebagai pribadi dan organisasi tetapi menjadi bagian agenda kemandirian bangsa,” paparnya.

“Jika dahulu kami memulai dari perempuan mandiri di ranah domestic, saat ini tugasnya adalah menjunjung tinggi martabat kemandirian bangsa, turut bertanggung jawab dalam membangun peradaban di Indonesia yang maju, unggul, dan utama,” kata Norma Sari (Ribas).

Tags: muhammadiyahNasyiatul Aisyiyahnorma sari
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
NA Penentu Corak Pendidikan di Lingkungan Keluarga

NA Penentu Corak Pendidikan di Lingkungan Keluarga

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In