• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Tiga Kekuatan Utama yang Membawa Perubahan Era Global

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
27 Agustus, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tiga Kekuatan Utama yang Membawa Perubahan Era Global
Share

YOGYAKARTA, suaramuhammadiyah.id–-Direktur SMESCO Ahmad Zabadi, menyatakan bahwa di era globalisasi sekarang ini, ada tiga kekuatan utama yang penting diperhatikan. Ketiga kekuatan itu memberi pengaruh besar bagi perubahan suatu negara dan bahkan dunia serta menentukan tingkat daya saing bagi Negara tersebut.

Ketiga kekuatan itu adalah youth (pemuda), women (perempuan) dan netizen (media sosial). “Betaoa banyak hari ini perubahan itu dipelopori oleh anak-anak muda. Anak-anak muda melahirkan industrialisasi,” ujar Ahmad Zabadi yang juga pernah menjadi Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Yogyakarta.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Perempuan di zaman sekarang menentukan industrialisasi yang berkembang di dunia. Trend-trend fashion ditentukan oleh perempuan,” tambah Ahmad. Menurutnya, perubahan dalam trend fashion dilakukan oleh dan untuk perempuan. Sementara laki-laki tidak memiliki dampak yang terlalu signifikan.

Kekuatan lainnya adalah media sosial. “Kekuatan media sosial membentuk persepsi orang menjadi baik atau tidak baik,” tutur Ahmad Zabadi dalam salah satu rangkaian acara Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XIII dengan tema “Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan untuk Kemandirian Bangsa” yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada 26-28 Agustus 2016.

Ahmad berharap supaya muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke-13 ini bisa merumuskan suatu keputusan yang mengakomodir ketiga kekuatan ini. “Muktamar harus merespon perubahan yang begitu cepat yang disebabkan oleh tiga hal ini,” kata Ahmad.

“Kekuatan daya saing bangsa kita akan dianggap kuat jika punya daya saing yang kuat,” papar Ahmad. Sebaliknya jika tidak memiliki daya saing yang kokoh, maka bangsa ini tidak akan memiliki kekuatan dan wibawa di mata dunia.

Untuk mencapai daya saing bangsa, Ahmad mengingatkan bahwa perempuan merupakan pilar penting dalam mewujudkan perubahan, dimulai dari keluarga yang berkualitas. Yaitu dengan memposisikan ibu sebagai sekolah pertama bagi anak dan keluarga. Sebagaimana ungkapan al-umm madrasatul ula. (Ribas).

Tags: muhammadiyahMuktamar NANasyiatul Aisyiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Perempuan Muda NA Bantu Cetak Generasi Produktif

Bicara Gizi, Menkes pun Ingat Nasihat Ibu Ainun Habibie

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In