• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Muhammadiyah Harus Antisipasi Maraknya Penganut “Syekh Google”

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
29 Agustus, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
2
Muhammadiyah Harus Antisipasi Maraknya Penganut “Syekh Google”
Share

SUKOHARJO, suaramuhammadiyah.id– Persyarikatan Muhammadiyah dituntut untuk bisa memberikan solusi atas fenomena bermunculannya para penganut “Syekh Google” yang cenderung mencari kebenaran agama hanya lewat informasi internet.

Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sofyan Anif menjelaskan, fenomena yang disebut dengan cyber religion tersebut muncul beriringan dengan kemudahan setiap orang untuk mengakses situs-situs informasi lewat ponsel pintar.

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

“Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Muhammadiyah, bersinergi dengan Majelis Tabligh maupun Tarjih harus membangun sebuah sistem untuk mengantisipasi adanya cyber religion dan para penganut Syekh Google tersebut,” jelas Sofyan saat pembukaan workshop pengelolaan website, database dan jurnalistik media yang diselenggarakan di Aula Fakultas Kedokteran UMS, Jumat (26/8).

Menurutnya, konten-konten ajaran Muhammadiyah yang tersebar di situs-situs pencarian dunia maya cukup minim. Karena itu, lanjut dia, MPI punya tugas untuk membangun sistem informasi yang disinergikan dengan Majelis Tabligh dan Tarjih untuk memperluas jangkauan ajaran Muhammadiyah.

Sofyan menyebutkan bahwa pernah ada kejadian, pelatihan tentang tata cara shalat khusyuk yang diselenggarakan oleh kader Muhammadiyah, sang narasumber justru mendapatkan ilmunya dari situs ajaran Syiah yang dicari lewat google. Itu menandakan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) PP Muhammadiyah belum terpublikasikan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPI PP Muhammadiyah, Muchlas mengemukakan, sistem berbasis teknologi informasi mutlak diperlukan untuk meningkatkan kinerja organisasi.

“Muhammadiyah adalah organisasi yang besar dan terus berkembang. Karena itu harus dikelola secara modern. MPI sudah mulai merumuskan sistem tersebut sejak sepuluh tahun lalu,” ujarnya.

Menurut Muchlas, dalam kaitannya dengan itu, ada tiga kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi. Yaitu konten untuk mengaktifkan lebih dari 500 subdomain website dari tingkatan pusat, wilayah, daerah hingga berbagai majelis dan lembaga, database yang akurat, dan jurnalisme warga untuk menyosialisasikan berbagai kegiatan persyarikatan. (Hendra A /MF/MPI Kab Tegal)

 

Tags: mpimuhammadiyahSyekh Google
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
Prof Mahfud MD pun Kejebak Banjir Jakarta

Prof Mahfud MD pun Kejebak Banjir Jakarta

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In