• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Prof Mahfud MD pun Kejebak Banjir Jakarta

admin by admin
29 Agustus, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Prof Mahfud MD pun Kejebak Banjir Jakarta
Share

JAKARTA, suaramuhammadiyah.id,- Hujan deras akhir pekan lalu di Jakarta juga menjebak Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Mahfud MD. Mesin mobil Mahfud MD tiba-tiba mati karena terendam banjir di Ragunan Jakarta Selatan.
Banjir ternyata nggak milih-milih, mobil siapapun akan terkena jika menghadangnya. Ini disadari betul oleh Mahfud MD. “Memangnya banjir tahu siapa yang guru besar atau guru kecil, siapa ketua MK dan ketua PKK? Banjir mah tak pilih-pilih orang,” katanya menghibur diri.

“Desss, mati begitu saja,” cerita Mahfud MD, Ahad (28/8/16). Kejadiannya sore hari, sehari sebelumnya.
Untuk meneruskan perjalanan, menurut Mahfud, ia terpaksa pinjam mobil dan mobil ditinggal di jalan. “Saya tak tahu apanya yang rusak. Yang tahu nanti bengkel,” katanya.
Mobilnya sendiri, menurut Mahfud, didorong ramai-ramai oleh orang-orang kampung. Kemudian dititipkan di depan toko Laundry. “Tapi, ya harus turun mesin,” kata Mahfud.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Kalau dibilang rugi ya rugi. Selain harus membengkelkan mobilnya juga harus menyewa mobil untuk memperlancar kegiatannya di Jakarta. “Saya harus bayar, harus menyewa mobil harian, dan agenda-agenda lain jadi terhambat,” kata Mahfud.

Meski rugi, semua memang harus ditanggung sendiri. “Wah, masak mobil saya terendam banjir saya harus minta tanggungjawab pada pengembang. Bagaimana caranya? Ya, saya tanggung sendiri,” kata Mahfud.

Macetnya mobil, menurut Mahfud, juga bukan salah siapa-siapa. “Bukan salah saya, bukan salah Ahok. Itu yang salah sopir. Sopir kalau disalahkan, kan, kan tak bisa apa-apa,” guraunya.

Peristiwa ini terus mengingatkannya pada kata-kata Gus Dur. “Saya jadi Presiden tak pernah ketemu banjir”, kata Gus Dur dulu. Haha ya lah Gus. Presiden kan dilewatkan di jalan yg tak banjir dan tak macet (le).

Tags: BanjirMahfudmuhammadiyah
admin

admin

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Cuitan Freddy Budiman kepada Haris Azhar Terkait Mafia Narkoba Dibedah di Padang

Cuitan Freddy Budiman kepada Haris Azhar Terkait Mafia Narkoba Dibedah di Padang

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In