• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Prof Anhar Gonggong: Bangkit atau Tidaknya PKI Tergantung Muhammadiyah dan NU

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
30 September, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Prof Anhar Gonggong: Bangkit atau Tidaknya PKI Tergantung Muhammadiyah dan NU
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah—Guru besar sejarah, Prof Anhar Gonggong menyatakan bahwa dalam sejarah peradaban manusia tidak ada ideology yang benar-benar mati, termasuk ideology komunisme. Sehingga, ideology apapun itu masih berpotensi untuk bangkit lagi. Namun bangkit atau tidaknya ideology komunisme sangat tergantung pada kekuatan civil society, terutama Muhammadiyah dan NU.

“Kita tidak tidak perlu terobsesi PKI akan bangkit kembali. Walaupun selalu saya katakan, yang namanya ideology itu tidak pernah mati. Tidak ada ideology yang mati. Tetapi kan apakah dia (ideology itu) akan bangkit kembali tergantung kepada masyarakatnya. Ya dalam konsteks kita tergantung pada Muhammadiyah, tergantung pada NU,” ujar Prof Anhar kepada Suara Muhammadiyah.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Menurut Anhar, PKI itu selalu mencari ruang untuk tampil kembali. “Nah apakah ruang itu didapat atau tidak itu tergantung masyarakatnya, tergantung Muhammadiyah, NU dan partai-partai yang berkuasa. Kalau semua kekuatan lain seperti Muhammadiyah, NU, partai-partai Islam, partai-parta agama lain tidak membuka ruang, maka PKI tidak akan tampil kembali, karena ruangnya ditutup,” paparnya.

Namun, Anhar juga mengingatkan pemerintah atau siapapun untuk tidak takut berlebihan dan antipati dengan PKI. “Faktanya kan Anda sekarang tidak bisa menutup diri tentang Marxis, bukunya kan ada yang jual di toko buku. Ada ruang di berbagai literature yang bisa dibeli terbuka dan dibicarakan secara terbuka. Itu fakta,” ungkap Anhar.

Selama di dalam masyarakat masih ada titik kemiskinan dan ketidakadilan, kata Anhar, maka selalu ada ruang bagi PKI. Kemiskinan dan ketidakadilan juga sebenarnya kesempatan dan ruang bagi umat Islam termasuk ormas Muhammadiyah dan NU untuk bertindak, mengambil peran sebagai kekuatan pembebasan.

“Kalau anda ingin menghadapi PKI, maka yang mesti dilakukan adalah mengurangi kemiskinan dan ketidakadilan. Kalau kemiskinan dan ketidakadilan masih ada, maka ruang bagi PKI itu masih ada,” tegas Anhar Gonggong (Ribas).

Tags: Anhar GonggongmuhammadiyahPKI
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Din Syamsuddin Terima Penghargaan Kementerian Luar Negeri Jepang

Din Syamsuddin Terima Penghargaan Kementerian Luar Negeri Jepang

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In