• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Taufik Ismail: Waspadai Kebangkitan Komunisme Gaya Baru

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
21 Maret, 2020
in Sajian Utama
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Taufik Ismail: Waspadai Kebangkitan Komunisme Gaya Baru

Taufiq Ismail Kompas/Frans Sartono (XAR)

Share

Untuk Indonesia, kenapa dua pemberontakan terakhir berdarah-darah sedangkan dua pemberontakan awal tidak?
Perilaku biadab ini wabahnya ditularkan pertama oleh Musso di Madiun, yang pulang kampung sesudah dia bermukim 21 tahun di Moskow, melarikan diri setelah gagal memimpin pemberontakan PKI di Jawa Tengah dan Sumatera Barat pada tahun 1926.
Selama di Moskow Musso belajar dari praktik Partai Komunis Rusia dan negara-negara tetangganya yang sedang galak-galaknya membantai lawan ideologi mereka di sana. Musso belajar dari jejak Lenin, yang selama 5 tahun berkuasa (1917-1923) membantai 500.000 rakyat Rusia anti komunis. Jejak Stalin tukang jagal bangsanya sendiri itu menghabisi 6 juta petani di desa-desa Rusia pada tahun 1929.
Perilaku biadab keganasan ideologi ini dilatihkan kepada Musso, lalu dibawanya pulang dan dipraktikkannya di Madiun serta sekitarnya. Kemudian dipraktikkan lagi pada peristiwa Gestapu.
Karenanya, peristiwa semacam ini jangan sampai terulang dengan tumbuhnya KGB pada saat ini. Ini yang perlu diwaspadai.

Apa yang perlu diwaspadai dari KGB ini?
Jangan sampai rakyat tertipu lagi. Sebelum mereka berkuasa selalu mempropagandakan diri sebagai pembela kaum buruh dan tani.
Propaganda Partai Komunis di dunia yang menjagokan diri sebagai pembela kaum buruh dan tani ternyata palsu. Propaganda nyinyir itu pembohongan sebelum mereka berkuasa. Sesudah memegang kekuasaan, yang makmur adalah petinggi-pemuka partai yang ternyata juga korup. Rakyat tetap melarat.
Itulah kenapa duapuluh empat/duapuluh lima tahun lebih yang lalu 28 negara komunis roboh seperti rumah-rumahan kartu domino ditiup kipas angin, suara gemuruhnya terdengar ke mana-mana. Dunia terkejut. Ideologi yang melandasi negara-negara itu ternyata ideologi bobrok dan akhirnya bangkrut. Namun demikian tetap harus diwaspadai (eff).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

——————–

Diterbitkan dalam Suara Muhammadiyah edisi 19, 1-15 Oktober 2016, hal 13-15

 

Page 3 of 3
Prev123
Tags: KomunismemuhammadiyahTaufik Ismail
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Sikapi Paham Radikal dan Bisnis Buku, Mendikbud Akan Tata Ulang Buku Teks Pelajaran

Sikapi Paham Radikal dan Bisnis Buku, Mendikbud Akan Tata Ulang Buku Teks Pelajaran

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In