CIREBON, Suara Muhammadiyah – Salah satu faktor dalam mendorong perubahan adalah hadirnya kepemimpinan transformatif. Jika dulu, orang mengagungkan kepemimpinan kharismatik, namun abad sekarang, model kepemimpinan kharismatik ini, sudah tidak sesuai lagi. Sebab kepemimpinan kharismatik hanya mengandalkan nama besar tanpa pemikiran dan kinerja.
Demikian diungkapkan oleh Haedar Nashir saat menyampaikan amanat dalam agenda pengukuhan Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Senin, (10/10). “ Kalau dulu memang kepemimpinan kharismatik menjadi kepemimpinan idaman, namun sekarang tidak tepat lagi diandalkan sebagai model kepemimpinan yang bisa menjawab persoalan zaman. Kita membutuhkan model kepemimpinan yang transformative, yaitu kepemimpinan yang mampu membawa pencerahan dan kemajuan”, tuturnya.
Lebih lanjut Haedar mengatakan, kepemimpinan transformative ini, sudah bisa dilihat dan dirasakan melalui kampus Universitas Muhammadiyah Cirebon. “Dulu kampus dan mahasiswa UMC ini sangat kecil dan sedikit sekali. Tanpa terasa, dalam waktu singkat, UMC berubah menjadi kampus besar dengan mahasiswa yang sangat banyak. Bahkan saat ini, UMC hadir sebagai kampus terbesar wilayah Jawa Barat bagian Timur. Potret yang seperti ini, sesungguhnya potret manajemen kepemimpinan yang sesuai dengan kriteria kepemimpinan transformative”, tambah Haedar yang disambut dengan tepuk tangan.
Di antara kriteria kepemimpinan transformative menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah ini adalah, kepemimpinan yang memiliki value atau nilai perubahan. Kedua memiliki strategi dan ketiga memiliki kemampuan dalam memobilitas sumberdaya dan potensi yang tersedia. Melalui Kriteria ini, UMC salah satu yang kini hadir sebagai kampus, secara perlahan menunjukkan hadirnya kepemimpinan transformative.
Di samping itu, Haedar berharap UMC ke depan harus mampu hadir sebagai pusat penggerak misi Muhammadiyah, dan terus melakukan terobosan untuk menghadirkan keunggulan-keunggulan baru. Dan tentunya cara ini, selain terus melakukan sinergi baik secara internal maupun secara eksternal, agar UMC bukan saja kampus yang dikenal secara regional, namun secara nasional dan internasional.
Dalam kesempatan pengukuhan rektor UMC tersebut, hadir juga Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, Ketua Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lincolin Arsyad, Ketua Dikdasmen PP Muhammadiyah Baidhowi, Ketua PWM Jawa Barat, Direktur Suara Muhammadiyah, dan seluruh Pimpinan amal usaha Muhammadiyah se-Jawa Barat (red).
