• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Din Syamsuddin: Saat Ini Nilai Pluralisme Masyarakat Terancam

admin by admin
13 Oktober, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemerintah Jepang Berikan Penghargaan Kepada Din Syamsuddin
Share

Bali, Suara Muhammadiyah,-  Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2005-2015 Prof Dr Din Syamsuddin mengatakan, saat ini terdapat ancaman terhadap keutuhan nilai pluralisme atau kemajemukan masyarakat, Ancaman ini menghambat pembangunan berkelanjutan,

Din Syamsuddin menyatakan hal tersebut, Rabu (12/10/2016) pada acara World Culture Forum 2016 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia ini, ancaman kemajemukan ini terjadi di seluruh dunia.

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

Menurutnya, penting untuk melihat kemajemukan dalam pembangunan berkelanjutan karena menyangkut pada nilai kemanusiaan. “Ada ancaman kemajemukan, karena di dunia sekarang ini muncul individualisme, sektarianisme, egosentrisme baik atas nama agama, rasionalitas, maupun kesukuan dan etnis. Ancaman ini juga termasuk karena kepentingan politik,” kata Din Syamsuddin.

Ancaman keberagaman atau kemajemukan itu, kata Din Syamsudin, akan menjadi ancaman bagi peradaban hidup manusia. Maka itu, perlu gerakan untuk memperkuat multikulturalisme melalui dialog seperti dialog antaragama, dialog antarkebudayaan dan dialog antarperadaban.
Meski demikian, menurut Din Syamsuddin, dialog tidak bisa mengatasi hal itu secara sempurna. Untuk bisa mengatasinya, harus dilakukan kemajemukan yang berkemajuan, yakni wawasan keberagaman yang ditampilkan dengan kebersamaan dan kerja sama dalam soal kemanusiaan.

“Contohnya, ada perbedaan-perbedaan soal konsep Ketuhanan, tapi ada persamaan menyangkut wawasan kemanusiaan. Kenapa tidak bekerjasama untuk aksi kemanusiaan,” ucap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini (elf).

Tags: Din SyamsuddinmuhammadiyahPluralisme
admin

admin

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
Apa Komentar Prof Mahfud MD dan Dahnil Anzar Mengenai Menteri yang Berkewarganegaraan Asing?

Archandra Tahar Masih Masuk Nominasi Menteri ESDM

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In