• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Din Syamsuddin: Ahok Harus Dimaafkan, Tapi Jangan Mengulang Kesalahan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
19 Oktober, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Din Syamsuddin: Ahok Harus Dimaafkan, Tapi Jangan Mengulang Kesalahan
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah—Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 sekaligus Ketua Umum Inter-Religious Counsil (IRC) Indonesia Din Syamsuddin meminta umat Islam di Indonesia untuk memaafkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait dengan polemic dugaan penistaan agama.

Din mengharapkan semua pihak memaafkan Ahok yang sudah menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya yang memicu kontroversi di beberapa kalangan umat muslim. Din mengapresiasi langkah Ahok tersebut dan berharap Ahok dan siapapun untuk tidak mengulangi kesalahan.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Dia sudah minta maaf, harus dimaafkan. Meminta maaf sudah sangat baik dan jangan sampai terulang,” kata Din selaku ketua The Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), di kantor CDCC, Jalan Kemiri 24, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/10).

Menurut Din, sesuai ajaran Islam sebagai agama perdamaian, memaafkan merupakan hal yang utama. “Kalau pelaku minta maaf, harus dimaafkan. Ajaran Islam mendorong umatnya untuk saling memaafkan,” ujar Din.

Din juga mengingatkan para calon kepala daerah untuk tidak memasuki wilayah sensitif terkait SARA dalam berkampanye atau urusan politik. Hal itu dikhawatirkan akan menyulut perpecahan dan merusak kerukunan.

“Saya sudah mewanti-wanti, agar tidak masuk wilayah yang sensitif. Kita harus tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai,” kata Din.

Meskipun sudah memaafkan, tekait proses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok, Din mengaku tidak mau ikut campur. Hal tersebut merupakan otoritas dan kewenangan Bareskrim Polri untuk menyelidikinya sesuai dengan hukum dan prosedur yang berlaku.

“Penegakan hukum urusan negara, kami tidak masuk ranah itu. Negara harus hadir, jangan sampai terlambat karena bisa berdampak lebih buruk lagi,” tutur Din dalam acara pertemuan para tokoh lintas agama yang diprakarsasi oleh CDCC (Ribas).

Tags: AhokDin Syamsuddinmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
UNESCO Loloskan Resolusi Terkait Situs Suci di Yerussalem

UNESCO Loloskan Resolusi Terkait Situs Suci di Yerussalem

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In