• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Jumat, Maret 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Jimly Asshidiqie: Janganlah Al-Maidah Ayat 51 Dijadikan Alat Kompetisi Politik

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
21 Oktober, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jimly Asshidiqie: Janganlah Al-Maidah Ayat 51 Dijadikan Alat Kompetisi Politik
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah–Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqie mengajak warga negara Indonesia untuk tidak mempolitisasi ayat al-Quran dalam penyelenggaraan Pilkada. Khususnya surat Al-Maidah ayat 51 yang kini marak diperbincangkan. Jimly meminta semua pihak untuk saling menahan diri atas permasalahan yang terjadi, sembari mempercayakan semua proses hukum pada polisi.

“Buktikan saja di Pilkada, gak usah ribut-ribut. Janganlah Al-Maidah (ayat: 51) dijadikan alat kompetisi politik di pilkada. Pilkada Ini bukan urusan serius-serius amat. Itu pilkada orang Jakarta,” ujarnya dalam acara bedah buku Membendung Arus: Respons Gerakan Muhammadiyah Terhadap Penetrasi Misi Kristen Di Indonesia, yang diselenggarakan di UMY, pada Kamis (13/10).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Jimly juga meminta supaya hukum jangan dijadikan alat politik atau politisasi hukum, terutama yang berkaitan dengan proses pilkada. “Jadi, misalkan pun ada masalah hukum, jangan sekarang. Biar pemilihan selesai dulu. Polisi pasti belum akan memproses, tapi bukan berarti tidak. Bisa saja kalau berkasnya sudah memenuhi syarat, tetapi prosesnya baru mulai sesudah pemilihan,” kata Jimly yang juga sebagai penasehat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu.

Dalam kesempatan itu, Jimly mengingatkan supaya umat beragama di Indonesia selalu menjaga nilai-nilai kerukunan dan tidak mudah terprovokasi. Selama ini, Indonesia menjadi laboratorium terbuka bagi para pengkaji agama. Indonesia membuktikan bahwa perbedaan agama bukanlah sumber konflik.

Indonesia juga menunjukkan cara musyawarah serta mengambil keputusan secara bijaksana dalam menghadapi permasalahan apapun. “Indonesia salah satu tempat orang belajar,” ujar Jimly dalam acara yang turut dihadiri delegasi Hartford Seminary, sebuah lembaga yang berdedikasi dalam hubungan dan dialog antar iman (Ribas).

Tags: Jimly AsshidiqiemuhammadiyahPilkada
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Dukungan Donald Trump Turun Akibat Issu Pelecehan Seksual

Dukungan Donald Trump Turun Akibat Issu Pelecehan Seksual

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In