• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Survey CCE, Kaum Muda Cuek terhadap Politik

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
28 Oktober, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
1
Survey CCE, Kaum Muda Cuek terhadap Politik
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah—  Gaya hidup yang serba hedonis menjadikan kaum muda makin cuek akan kiprahnya untuk bangsa. Kaum muda lebih asyik dengan dunianya sendiri tanpa mau tahu apa yang dialami masyarakat. “Termasuk dalam politik,” papar Hadi Suyono Direktur Clinic for Community Empowerment (CCE) Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada konferensi pers, Kamis (27/10).

Berdasarkan hasil survey CCE, Hadi menjelaskan, sikap cuek itu tidak semata karena gaya hidup namun lebih dikarenakan sikap politisi yang selama ini justru jauh dari harapan mereka. Tidak sedikit dari koresponden, pemilih pemula yang berpendapat politik itu kotor, manipulatif, sarang korupsi, kejam, dan lain sebagainya. “Itu sebabnya mereka apatis dan enggan berbuat untuk bangsa melalui jalur politik,” ucapnya.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Kebanyakan anak muda, sambungnya, lebih memilih saluran lain untuk melakukan kegiatan. Seperti aktifitas sosial kemasyarakatan, organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi keagamaan, dan komunitas etnis maupun daerah. “Jika keadaan ini terus berlanjut, maka dipastikan dunia politik Indonesia ke depan akan mengalami krisis kader, anak muda,” kata Hadi.

“Bahkan bisa terjadi lost generation, keterputusan kaderisasi politik,” imbuhnya.

Gejala itu, Hadi melanjutkan, sudah mulai tampak dengan adanya politik dinasti, politik mkekuasaan yang dibagi-bagikan dan diwariskan kepada keluarga dan sanak famili. Lebih mencolok lagi, sekarang partai politik kian susah mencari kader-kader terbaik.

“Selama politisi senior tidak bisa menempatkan diri sebagai teladan dan partai politik tidak memperbaiki sistem kaderisasi yang ada, maka selama itu pula dunia politik semakin tidak diminati anak muda,” pungkas Hadi Direktur CCE Fakultas Psikologi UAD (gsh).

Tags: CCE Fakultas Psikologi UADmuhammadiyahPolitik
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Tito Mengaku Anggota Pengajian Pak Din

Ayah Kapolri Tito Karnavian Meninggal Dunia

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In