• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Abdul Munir Mulkhan: Muhammadiyah tidak boleh Alergi dengan Filsafat

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
14 Juli, 2018
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Abdul Munir Mulkhan: Muhammadiyah tidak boleh Alergi dengan Filsafat
Share

TANGERANG, Suara Muhammadiyah— Guru Besar UIN Sunan Kalijaga dan sekaligus Pengurus Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Munir Mulkhan, mengingatkan segenap warga Muhammadiyah supaya tidak menghindar dari filsafat. Karena filsafat merupakan ibu atau induk dari semua cabang ilmu.

“Muhammadiyah tidak boleh alergi dengan filsafat, apalagi FPM (Filsafat Pendidikan Muhammadiyah) sudah menjadi amanah muktamar. Muhammadiyah dianggap anti tasawuf belakangan, padahal generasi awal itu semangatnya sufi, meskipun orang-orang Muhammadiyah menyebutnya dengan nama spiritualitas dan ihsan bukan sufisme atau tasawuf. Sains itu sebenarnya tahapan mencari Tuhan atau suluk yakni jalan menuju Allah,” ujar Munir Mulkhan dalam FGD FPM, di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Sabtu (29/10).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Filsafat Pendidikan Muhammadiyah, kata Munir, dapat bersumber dari para filosof Muslim dan dipadukan dengan pengalaman Muhammadiyah. “Filsafat Pendidikan Muhammadiyah bisa membahas tentang manusia, ilmu, sejarah dan nilai-nilai. Pemikiran para filosof muslim seperti al-Farabi, ibn Sina, ibn Rusyd, ibn Khaldun dapat disintesiskan dengan beberapa pokok pandangan KH A Dahlan seperti terkristal dalam keputusan Muktamar 2010,” katanya.

Selain itu, Munir Mulkhan juga menyatakan bahwa gerakan budaya atau dakwah kultural yang mulai dikembangkan Muhammadiyah sejak 2002 itu penting dan butuh kreativitas. “Orang kreatif itu paralel dengan kegilaan di jamannya meskipun awalnya tidak diterima tapi pada saatnya menjadi lompatan yang dahsyat,” tutur Munir.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Abdul Munir MulkhanFilsafatmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Muhammadiyah Harus Mampu Mencerahkan Dan Menyejahterakan

Muhammadiyah Harus Mampu Mencerahkan Dan Menyejahterakan

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In