• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

PMII, HMI, IMM, KAMMI dan GEMA Pembebasan Diskusikan Format Gerakan Mahasiswa

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
4 November, 2016
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PMII, HMI, IMM, KAMMI dan GEMA Pembebasan Diskusikan Format Gerakan Mahasiswa
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah–Pasca reformasi, peranan gerakan mahasiswa menjadi tidak produktif. Tak punya taji dan tak banyak memberi konstribusi. Tuntutan reformasi tak kunjung terpenuhi. Permasalahan korupsi, kemiskinan, kesenjangan, inflasi, hingga persoalan neokapitalisme dan liberalisme sistem ekonomi. Gerakan mahasiswa dianggap tak mampu lagi untuk menjadi garda terdepan menuntaskan beragam persoalan pelik negeri ini. Bahkan, mereka dikesankan hanya menjadi kepanjangan tangan para seniornya, yang kini duduk dalam lingkaran kekuasaan.

Fakta itu mendorong Jaringan Pemuda Nusantara (JPN) menggelar Dialog Gerakan Mahasiswa Islam Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara yang mengusung tema “Format Gerakan Mahasiswa Islam Pasca Reformasi” itu digelar di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat, 4 November 2016.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Sebagai pembicara, hadir dalam kegiatan itu ketua Cabang PMII DIY, ketua cabang IMM Sleman, ketua HMI kota Yogyakarta, ketua daerah KAMMI kota Yogyakarta dan ketua komisariat GEMA Pembebasan. “PMII, HMI, IMM, GEMA Pembebasan, KAMMI, mari kita berjabatan tangan menghadapi musuh bersama,” ujar Kahfi selaku ketua panitia.

Kahfi mengajak para gerakan mahasiswa muslim ini untuk mencari format baru gerakan mahasiswa. Sehingga bisa menjawab persoalan bangsa kekinian. Ia berharap forum bersama ini bisa dilakukan secara berkelanjutan guna mengkontekstualkan gerakan mahasiswa, untuk menjawab pertanyaan, “Apakah gerakan extraparlementer masih cocok sekarang?”

Hal yang sama diungkapkan ketua Jaringan Pemuda Nusantara, Abu Laka. Menurutnya, forum ini merupakan kelanjutan dari konsolidasi yang sudah berlangsung selama dua bulan lebih. “Karena sekedar acara seminar formal, tidak banyak efeknya. Kehidupan kita hari ini bukan jawaban dari apa yang diperjuangkan aktifis 98,” katanya.

“Kegiatan ini harus dimaknai sebagai suatu peristiwa sejarah dalam mewujudkan persatuan gerakan mahasiswa Islam. Kalau masih berbicara bendera (organisasi masing-masing), jangan berbicara hal-hal yang lebih besar. Jangan bicara persoalan bangsa,” titahnya. Abu Laka mengingatkan supaya kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka yang tanpa makna.

Dalam kesempatan diskusi, ketua HMI menyatakan bahwa pasca reformasi, para aktivis yang masuk ke lingkaran pemerintahan bukanlah orang baik-baik. Sehingga dimasuki oleh para cukong. Sementara ketua PMII menawarkan cara kompromi dalam menghadapi situasi terkini. Termasuk berkompromi dengan kapitalisme yang sudah merasuk sangat jauh dalam semua sendi-sendi kehidupan berbangsa. Hal berbeda diungkapkan oleh perwakilan IMM, yang menyatakan keberadaan dan gerak langkahnya tidak bisa lepas dari organisasi induk Muhammadiyah (Ribas).

Tags: gerakan mahasiswamuhammadiyahYogyakarta
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Demo 4 November, LAZISMU dan RSIJ Kawal dengan 10 Unit Ambulan dan 300 Tim medis

Demo 4 November, LAZISMU dan RSIJ Kawal dengan 10 Unit Ambulan dan 300 Tim medis

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In