• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Yunahar Ilyas: Kita Terima Kasih kepada Pak Ahok

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
4 November, 2016
in Berita
Reading Time: 3 mins read
A A
1
Yunahar Ilyas: Kita Terima Kasih kepada Pak Ahok
Share

Yunahar menyayangkan jika ada pihak tertentu yang memanfaatkan ayat al-Quran untuk kepentingan politik atau mempolitisasi Tuhan. “Dulu saya tidak mau jawab ketika ditanya tentang boleh atau tidak seorang perempuan menjadi pemimpin. Saya tidak mau menjawab. Karena apapun jawaban saya (bisa atau tidak) akan dimanfaatkan untuk kepentingan politik,” katanya.

Muslim tidak memilih non muslim itu bukan SARA, tapi hak. Sama dengan umat agama lain menyeru umatnya untuk memilih pemimpin yang seagama. “Kalau kita berbicara kitab suci masing-masing, maka itu tidak SARA. Termasuk menyinggung agama lain itu tidak SARA, karena kitab suci,” katanya.

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

Yunahar mencontohkan bahwa surat al-ikhlas atau ayat al-Quran lainnya menyebut nasrani kafir, itu tidak SARA. Sama saja ketika kitab suci agama lain menyinggung Islam, juga bukan SARA. “Karena kita berbicara agama masing-masing,” tegasnya. Keputusan MUI, kata Yunahar, Ahok itu sudah masuk ke wilayah agama, bukan MUI masuk ke wilayah politik.

Meskipun ketika berbicara kitab suci tidak dianggap SARA, namun dalam hal berbangsa harus selalu menjunjung etika. Ini berbeda masalahnya antara urusan prinsip atau perintah agama dengan etika berbangsa. “Seperti kalimat mari berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. Tidak menyebut, ‘bagi yang kafir silahkan berdoa sesuai dengan kekufurannya’. Ini persoalan etika berbahasa,” kata Yunahar.

Di bagian akhir, Yunahar menjelaskan bahwa umat Islam memiliki kewajiban terhadap al-Quran. Di antaranya adalah: mengimaninya seluruh ayatnya atau 6236 ayat, membacanya meskipun terbata-bata, memahaminya, mengamalkan.

Menurutnya, al-Quran tidak cukup hanya dibaca, namun harus dipahami secara mendalam, lalu kemudian diamalkan. Hal ini telah dicontohkan Kyai Dahlan dalam mengajarkan QS. Al-Ashr dan al-Maun. Kyai Dahlan mengajarkan surat yang sama dalam waktu berbulan-bulan, hingga para santrinya benar-benar mengamalkannya (Ribas).

Page 3 of 3
Prev123
Tags: AhokmuhammadiyahYunahar Ilyas
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
Hari-Mu ke-6, Ribuan Warga Muhammadiyah Padati Tanah Datar

Hari-Mu ke-6, Ribuan Warga Muhammadiyah Padati Tanah Datar

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In