• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Begini Analisa Din Syamsuddin Dibalik Kasus Ahok

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
6 November, 2016
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
1
Pemerintah Jepang Berikan Penghargaan Kepada Din Syamsuddin
Share

JAKARTA, Suara Muhammadiyah—Ketua Majelis Pertimbangan MUI, Prof Din Syamsuddin menyatakan bahwa kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahoh harus dilihat secara komprehensif.

“Melihat kasus Ahok perlu secara komprehensif, tidak cukup dengan analisa kacamata kuda tentang ujarannya di Pulau Seribu apalagi berhenti pada alasan semantik belaka. Hal itu pun tidak perlu diperbalahkan (bantah), karena jelas dia memberi penilaian (judgement) terhadap pemahaman orang lain dengan kata pejoratif,” ujar Din.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Menurutnya, karena Ahok sudah minta maaf maka harus dimaafkan asal tidak mengulanginya lagi. Namun ada permasalahan yang lebih besar dari kejadian di pulau kecil itu. “Permasalahan, bahkan ancaman nyata, adalah fakta adanya ‘kekuatan uang’ (the power of money) yang tengah menguasai  Indonesia,” katanya.

“Cengkeramannya bagaikan naga raksasa yang sedang melilit NKRI yang kaya raya, dan satu-persatu kekuatan penghalangnya dilumpuhkan bahkan dimatikan dengan uang. Proses ini tidak terlepas dari perkembangan geo-politik dan geo-ekonomi global dan regional,” lanjut Din.

Sayangnya, kata Din, Indonesia tidak memiliki mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism), dibuktikan dengan infrastruktur nasional yang rapuh, mulai dari pemerintah, partai politik, ormas, sampai kepada pers. Semua komponen itu, sebut Din, banyak terdiri dari orang-orang lemah baik iman,  akal pikiran dan komitmen kerakyatan.

“Hal ini akan membawa Indonesia mengalami malapetaka dan terjatuh dalam nestapa. Kasus Ahok tidak kecil. Terlalu mahal harganya untuk dibiarkan tumbuh, karena akan menjadi kanker yang merusak integrasi dan harmoni bangsa,” papar Din.

Din menilai bahwa ujaran Ahok di Pulau Seribu adalah bentuk intolerasi dan rendahnya kadar tenggang rasa. “Akar tunjang permasalahan harus diamputasi. Dan solusi terbaik adalah penegakan hukum yang berkeadilan. Sekali lagi Yang Berkeadilan. Kalau tidak, maka yakinilah Allah Swt Maha Adil. Dia akan menetapkan keadilanNya, kini-disini atau nanti-disana,” tutup Din (Ribas).

Tags: AhokDin Syamsuddinmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Haedar Nashir: Membiarkan Orang Miskin Tertindas Tanda Tidak Bertauhid

Haedar Nashir: Percayalah Pesan Demo 4 November Telah Sampai

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In