• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Bupati Penajam Paser Utara; Kita Sudah Jauh Dari Komitmen Kebangsaan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
13 November, 2016
in Berita, Dinamika persyarikatan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bupati Penajam Paser Utara; Kita Sudah Jauh Dari Komitmen Kebangsaan
Share

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah—   Mulai dari berdirinya Boedi Oetomo, perjuangan Bung Tomo sampai terjadinya Sumpah Pemuda, pada intinya merupakan komitmen bersama untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Hal ini disampaikan Yusran Aspar Bupati Penajam Paser Utara pada Konfrensi Pimpinan Wilayah (Konpiwil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ahad (13/11).

Komitmen berikutnya, sambung Yusnar, tertuang jelas pada Pembukaan UUD 1945. Yaitu komitmen untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, kedaimaian abadai, dan keadilan sosial. “Komitmen-komitmen tersebut harus dijalankan oleh siapapun, termasuk pejabat pemerintah, presiden, gubernur, bupati, sampai walikota, tegas Yusnar.

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

Faktanya, Yusnar melanjutkan, banyak pejabat pemerintah yang sudah lupa akan komitmen-komitmen itu. Sebaliknya mereka justru membelakangi komitmen kebangsaan warisan pendiri bangsa. “Kenyataan hari ini, kita sudah jauh dari komitmen kebangsaan,” tuturnya.

Paling menonjol, kata Yusnar, ada pada bidang ekonomi. Menurutnya, melalui komitmen yang tertera pada pasal 33, bangsa ini seharusnya menjadi tuan rumah di negara sendiri. Tapi kenyataanya kekuatan Asing begitu kuat, besar, dan mengakar di negara ini.

“Karena itu saya berharap kepada kader muda IPM untuk merubah keadaan ini. Yaitu dengan cara berpegang teguh pada komitmen kebangsaan serta berupaya keras untuk melaksanakanya sampai ranah praksis,” pesan Bupati Paser yang juga alimni IPM(gsh).

Tags: Alumni IPMBupati Pasermuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
Prof Yunahar Ilyas: Orang Tua Sekarang, yang Kaya Sibuk Dengan Kekayaannya, yang Miskin Sibuk dengan Kemiskinannya

Yunahar Ilyas: Mubahalah itu Antara Kafir dan Muslim

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In