• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Mendikbud; IPM Harus Inklusif

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
29 Oktober, 2018
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Mendikbud; IPM Harus Inklusif
Share

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah— Untuk lebih mengembangkan dan membesarkan organisasinya, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) harus menjadi organisasi inklusif. IPM harus keluar dari sarangnya,Muhammadiyah, dan mulai mendirikan dan mengembangkan sayap di sekolah di luar Muhammadiyah. Hal ini disampaikan Muhadjir Effendi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI pada pembukaan Muktamar IPM di Samarinda (14/11).

Baik sekolah negeri mapun sekolah swasta lain, sambung Muhadjir, IPM harus mulai ada di sana. “Karena memang Muhammadiyah terlalu kecil untuk IPM beraktualisasi diri. Boleh bangga akan pengargaan dan prestasi yang diperoleh, namun lebih membanggakan lagi jika IPM menjadi organisasi pelajar nasional dan berperan pada kualitas pendidikan Indonesia,” tutur Menteri.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Sejauh ini, ucap Menteri, IPM telah berperan aktif dalam membangun negara. IPM ikut menguatkan kelompok muda pelajar dan mendorong terwujudnya kaum berpendidikan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Empat kali dinobatkan sebagai OKP terbaik adalah bukti bahwa peran IPM itu nyata adanya.

Menurutnya, tema Muktamar “Menggerakkan daya kreatif, mendorong generasi berkemajuan” merupakan respon cepat IPM terhadap perubahan zaman dan merupakan langkah yang cerdas. “Tentunya gerakan itu harus didukung kuat dengan budaya literasi,” terang Muhadjir.

Sebagaimana semboyan IPM, Muhadjir melanjutkan, maka IPM tidak boleh meninggalkan budaya literasi. IPM harus menggerakan budaya itu, untuk merubah budaya literasi indonesia yang sangat rendah.

“Berdasarkan hasil riset, minat baca anak Indonesia itu terlambat empat tahun dari yang seharusnya. Walau sudah SMA tapi minat bacanya masih seperti anak SMP, yang SMP seperti anak SD. In tugas berat IPM,” imbuh Muhadjir (gsh).

Tags: MendikbudMuhadjir Effendimuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Ujung Tombak Muhammadiyah Harus Tegak

Ujung Tombak Muhammadiyah Harus Tegak

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In