• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Pidato Milad 104, Haedar Nashir: Mari Tularkan Spirit Milad untuk Kemajuan Bangsa

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
18 November, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
1
Pidato Milad 104, Haedar Nashir: Mari Tularkan Spirit Milad untuk Kemajuan Bangsa
Share

BANTUL, Suara Muhammadiyah-Persyarikatan Muhammadiyah yang lahir di Kauman, telah mencapai usia ke-104 tahun dalam hitungan miladiyah dan 107 tahun dalam bilangan Hijriyah. Resepsi milad Muhammadiyah kali ini mengambil tema “Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan” yang mengedepankan tiga aspek yaitu Keindonesiaan, Kemajuan, dan Keislaman.

Menurut ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dalam usia sekarang ini, Muhammadiyah tetap hadir sebagai gerakan pencerah atas problematika yang muncul dalam masyarakat serta konsisten memajukan bangsa. Kiprah Muhammadiyah bahkan hingga mancanegara.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Muhammadiyah berkemajuan lahir dalam Islam yang berkemajuan akan membawa Indonesia dan umat Islam di Indonesia menjadi umat yang cerdas, produktif, teguh pada keyakinan agama, kuat dan berkarakter,” ungkap Haedar Nashir dalam pidato Resepsi Milad Muhammadiyah ke-104 di Sportorium UMY, Kamis malam (17/11).

Haedar mendorong agar kader dan warga Muhammadiyah bisa menularkan spirit memajukan bangsa dan negara kepada masyarakat luas. “Mari kita dorong bangsa kita yang memang masih tertinggal dalam berbagi hal ini menjadi khoiru ummah,” tutur Haedar di hadapan ribuan warga Muhamamdiyah.

“Karena kekuatan terbesar ini (umat islam) harus diajak sebagai kekuatan untuk memajukan negara. Mari tularkan spirit milad ini kepada umat lain untuk bekerja dan memberi pengaruh bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.

Namun demikian, Haedar juga berpesan Muhammadiyah tidak boleh cepat puas dengan pencapaiannya saat ini. “Geliat persaingan telah terjadi. Jika kita lengah, maka sia-sia apa yang kita bangun lebih dari satu abad ini. Muhammadiyah selaku agen perubahan tidak boleh larut dalam kerja rutin, namun harus memberikan loncatan untuk orientasi ke depan,” ungkap Haedar (Ribas)

Tags: Haedar Nashirmilad 104 Muhammadiyahmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Milad Muhammadiyah 104, Apresiasi Karya Inovatif Sekolah dan Dedikasi Penggerak Pendidikan Muhammadiyah

Milad Muhammadiyah 104, Apresiasi Karya Inovatif Sekolah dan Dedikasi Penggerak Pendidikan Muhammadiyah

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In