• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Persahabatan Beda Ideologi Tokoh PKI dan Kiai Dahlan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
21 Maret, 2019
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Persahabatan Beda Ideologi Tokoh PKI dan Kiai Dahlan
Share

TANGERAN, Suara Muhammadiyah-Dalam penutupan tanwir Pemuda Muhammadiyah I, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir sempat mencontohkan tentang persahabatan beda ideologi antara pendiri Muhammadiyah dan tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurut Haedar, sikap Kyai Ahmad Dahlan itu sangat patut diteladani. Meskipun berbeda pandangan dalam banyak hal, persaudaraan yang tulus mesti dibangun. Dimulai dengan sikap saling menghargai dan saling berdialog. Hal itu sebagai perwujudan hablum min al-nas, dengan semua latar belakang manusia.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Haedar mengingatkan para peserta tanwir untuk senantiasa menghargai perbedaan pendapat. Sikap itu dianggap sebagai keharusan dalam membentuk peradaban berkemajuan. Terlebih dalam suasana bangsa yang sangat majemuk seperti halnya Indonesia.

Alimin yang dikenal sebagai aktivis PKI, kata Haedar, berteman sangat dekat dengan kyai Dahlan. Meskipun berbeda pandangan, mereka berteman, saling bertukar pikiran dan menghargai perbedaan. “Pergaulan yang begitu intens biarpun dalam perbedaan ideologi itu membekas di hati Alimin,” ujar Haedar.

Muhammadiyah memiliki ciri khas pada karakter sang pendirinya, Kyai Dahlan, yang mengambil uswah dari pembawa risalah pencerahan, Nabi Muhammad. Kyai Dahlan berusaha mengikuti sunnah Nabi dalam hal berakhlak mulia, memberi maaf, mengetengahkan dialog, dan sama-sama memajukan peradaban.

Kesalehan harus berwujud dalam laku utama pergaulan sehari-hari. “Kyai haji Ahmad Dahlan adalah sosok yang jujur, yang soleh. Sikap hidupnya sederhana dan tidak sombong. Ia bahkan tidak pernah mencela orang. Itu pengakuan seorang Alimin,” tutur Haedar Nashir. (ribas)

Tags: ahmad dahlanHaedar Nashirmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Presiden Jokowi Apresiasi Semangat Militansi Pemuda Muhammadiyah

Presiden Jokowi Apresiasi Semangat Militansi Pemuda Muhammadiyah

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In