• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Din Syamsuddin: Tidak Perlu Sinis Terhadap Kelompok yang Mengaitkan Agama dengan Politik

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
5 Desember, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Din Syamsuddin: Tidak Perlu Sinis Terhadap Kelompok yang Mengaitkan Agama dengan Politik
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menegaskan bahwa mengaitkan agama dan politik adalah sesuatu yang absah untuk dilakukan. Sebaliknya, menurut Din, yang tidak bisa dilolerir adalah mereka yang menggunakan agama untuk kepentingan politik secara tidak benar, seperti halnya menistakan agama orang lain.

“Tidak perlu ada sinisme terhadap kelompok yang mengaitkan agama dengan politik. Mengaitkan politik dengan agama adalah sesuatu yang absah bahkan penting dilakukan,” tegas Din di hadapan wartawan dalam jumpa pers Penutupan Mahatir Global Peace School di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Senin (5/12).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Pernyataan tersebut merupakan pesan kepada pihak-pihak yang seringkali melihat dengan sinis aksi-aksi damai yang dilakukan oleh kelompok umat  terkait kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama. Menurutnya, agama sendiri adalah rambu yang bertugas menjaga serta memastikan praktik politik tetap ada dalam jalur yang telah ada. Sehingga, praktik politik tidak liar dan mampu mengedepankan nilai-nilai moral dalam pelaksanaannya.

“Karena tanpa agama politik bisa menjadi liar, dengan agama politik akan berwajah moral,” lanjutnya.

Apalagi, menurut Din, di dalam Islam politik tidak bisa dilepaskan dari agama. Penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok sendiri dinilainya sama saja dengan melakukan manipulasi agama di dalam politik. Sehingga, sudah sewajarnya jika hal tersebut tidak bisa dibenarkan apalagi di dalam masyarakat yang majemuk seperti di Indoenesia.

“Yang dilakukan oleh Ahok adalah manipulasi agama, dan itu yang tidak bisa dibenarkan di dalam kehidupan masyarakat majemuk,” tandasnya (Th).

Tags: AhokDin Syamsuddinmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Pelantikan Bidang dan Rapat Kerja Kwarpus HW

Pelantikan Bidang dan Rapat Kerja Kwarpus HW

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In