• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Tidak Bisa Melaut Karena Cuaca Buruk, Muhammadiyah Bengkulu Bantu Nelayan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
5 Januari, 2017
in Dinamika persyarikatan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tidak Bisa Melaut Karena Cuaca Buruk, Muhammadiyah Bengkulu Bantu Nelayan

Ketua Lazismu Supanjani menyerahkan bantuan

Share

BENGKULU, Suara Muhammadiyah-Cuaca buruk yang melanda provinsi Bengkulu dalam 3 bulan terakhir, menyebabkan nelayan Bengkulu, terutama nelayan dengan perahu kecil tidak bisa melaut untuk mencari nafkah.  Merekapun kian sulit memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Lembaga Zakat Lazismu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan AMM Bengkulu bergerak untuk mengumpulkan donasi melalui “Gerakan Secanting Beras untuk Nelayan Bengkulu.”

Menurut Agus Widianto, Ketua MDMC PWM Bengkulu gerakan tersebut sudah dimulai sejak 23 Desember hingga 2 Januari lalu. “Alhamdulillah telah terkumpul sembako berupa beras sebanyak 340 kg, Mie instan, minyak manis 3 kilo serta uang tunai sebesar Rp 10.009.700,” tutur Agus.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Donasi tersebut selanjutnya dikemas menjadi 104 paket yang masing-masing berisi Beras 5 kg, Sarden 3 buah, Minyak goreng 1liter, dan 3 bungkus mie instan. Donasi tersebut diserahkan pada Rabu (4/1) di Masjid Mardhatilah Pasar Bengkulu kepada 104 Kepala Keluarga nelayan di pasar Bengkulu oleh Direktur Lazismu Amrullah didampingi Sekretaris PCM Bengkulu 3.

Sebelumnya, menurut Agus, hampir seluruh nelayan di provinsi Bengkulu terkena imbas cuaca buruk yang kemungkinan juga melanda sejumlah wilayah di Indonesia. David, salah satu nelayan di Kota Bengkulu, menurut Agus, mengatakan bahwa untuk kebutuhan sehari-harinya selama tidak melaut, ia dan kawan-kawan nelayan lainnya biasa mengutang kepenampung ikan atau yang mereka sebut dengan ‘toke’.

“Selama ini, mereka telah mengutang pada toke untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, belakangan ini para toke juga tidak lagi mampu untuk meminjami nelayan karena tidak ada ikan yg bisa mereka jual,” tambah Agus.

Ke depan, imbuh Agus, PCM Bengkulu 3 akan mengundang MDMC, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) untuk mendesain bersama terkait aktifitas kebencanaan dan pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat di pasar di kota Bengkulu (Th/A).

Tags: MDMCmuhammadiyahMuhammadiyah Bengkulu
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Kampus Mengajar

Muhammadiyah Mengajar

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In