• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Pemuda Muhammadiyah Dorong Peran Ayah Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
13 Januari, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemuda Muhammadiyah Dorong Peran Ayah Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Lambang Pemuda Muhammadiyah

Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah—  Kasus kejahatan seksual terhadap anak terus mengalami peningkatan. Terbaru adalah kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap balita 4 tahun di Papua. “Ini seperti fenomena gunung es yang sebagian kecil baru terekspos di media, dugaan kami kejadian ini masih banyak terjadi, belum terlaporkan dan terungkap,” kata Jasra Ketua Kesehatan dan Kesra Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammasiyah (PM) dalam Pers rilisnya (12/1).

Dalam merespon kasus kejahatan seksual terhadap anak yang terus meningkat ini, Jasra menyampaikan, Pemuda Muhammadiyah mendorong peran para ayah untuk aktif melakukan edukasi dan menjadi teladan di masyarakat. “Kami memiliki program 10 gerakan Ayah Hebat yang aplikatif dan edikatif untuk menjaga dan mendidik keluarga dan madyarakat, khususnya anak agar terhindar dari kejahatan,” jelasnya.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Menurutnya, pendidikan bisa dijadikan solusi. Karena faktanya para pelaku kejahatan merupakan anak putus sekolah. Untuk itu Pemuda Muhammadiyah mendorong pemerintah daerah aktif melakukan edukasi dan memfasilitasi pendidikan terhadap anak yang putus sekolah. “Sudah selayaknya negara memberi akses dan pilihan kepada anak putus sekolah, dengan mengoptimalkan program pemerintah pusat ke daerah. Apalagi Papua punya prioritas dalam otonomi khusus,” ungkap Jasra.

Ke depan, kata Jasra, sebagai salah alat untuk mencegah dan agar pemerintah tidak seperti pemadam kebakaran dan cenderung reaktif ketika kasus serupa muncul, perlu diinisiasi dan disahkan RUU pengasuhan anak. “Saya kira itu dapat mengatasi akar masalah kasus ini secara menyeluruh,” tuturnya yang juga menjadi Koordinator Program Ayah Hebat PP PM (gsh).

Tags: gerakan ayah hebatKejahatan Seksual pada Anakmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Aliansi IMM se-Yogyakarta Gelar Aksi Bela Rakyat

Aliansi IMM se-Yogyakarta Gelar Aksi Bela Rakyat

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In