• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Minggu, Maret 15, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Syafii Maarif: Polisi Swasta Harus Dihentikan Aktivitasnya

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
18 Januari, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1998-2005, Ahmad Syafii Maarif menegaskan bahwa ormas anarkis dan gemar melakukan penghakiman harus dihentikan. Ormas apapun hendaknya tidak melakukan pelanggaran hukum di wilayah negara yang menganut Pancasila.

“Polisi swasta harus dihentikan aktivitasnya!” kata Buya Syafii di ruang redaksi Suara Muhammadiyah, Rabu (18/1) siang. Buya Syafii sama sekali tidak menyebut nama ormas tertentu. Dimaksudkan sebagai peringatan untuk semua.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Jika tidak dihentikan, maka dikahawatirkan perlawanan justru akan dilakukan oleh masyarakat. “Perlawanan sudah mulai muncul,” tutur Buya sambil mencontohkan beberapa kasus bentrokan kecil beberapa waktu terakhir.

Baca: Syafii Maarif: Hindari Misguided Arabism, Umat Islam Harus Keluar dari Kotak

Buya Syafii menyebut salah satu factor menguatnya para pelaku intoleransi adalah karena diamnya kaum mayoritas (silent majority). “Sebenarnya itu (kelompok intoleran) pengecut, Cuma kita yang mayoritas diam,” ungkapnya.

Mayoritas yang diam itu, menurut Buya sebenarnya mamiliki pemahaman dan kesadaran yang bagus. Sehingga, jika mereka bersuara, maka selesai masalahnya. “Mayoritas diam itu nalarnya jalan,” kata Buya.

Oleh karena itu, Buya berharap gesekan kecil di Indonesia belakangan ini jangan terlalu dilebih-lebihkan. Apalagi dikait-kaitkan akan menimbulkan konflik besar seperti di Timur Tengah. “Kalau seperti Suriah, belum, masih lama. Kecuali kita (mayoritas) tidur,” tuturnya (Ribas).

Baca: Sikapi Persoalan Bangsa, Buya Syafii Maarif: Idealisme Tergantikan dengan Pragmatisme

Tags: muhammadiyahpolisi swastaSyafii Maarif
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Lazismu Targetkan 800 Milyar di Tahun 2017

Lazismu Targetkan 800 Milyar di Tahun 2017

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In