• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Rabu, Maret 25, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Ajak Masyarakat Sadar Hukum, MPM dan FH UMY Launching Buku Paradigma Baru PTUN

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
21 Januari, 2017
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ajak Masyarakat Sadar Hukum, MPM dan FH UMY Launching Buku Paradigma Baru PTUN

Peluncuran Buku “Paradigma Baru PTUN-Respon Peradilan Administrasi Terhadap Demokratisasi”// Foto: MPM PP Muhammadiyah

Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Bertempat di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jalan Cikditiro Yogyakarta, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) bekerja sama dengan Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi meluncurkan buku “Paradigma Baru PTUN-Respon Peradilan Administrasi Terhadap Demokratisasi” pada Sabtu (21/1). Peluncuran buku yang ditulis oleh Irvan Mawardi ini ditandai dengan penandatanganan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Periode 2008-2013 Mahfudz MD, Dosen FH UMY Iwan Satriawan, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hajryanto, serta Ketua MPM PP Muhammadiyah M Nurul Yamin.

Buku Paradigma Baru PTUN ini secara teknis meliputi dua hal. Yakni hukum yang berlaku sekarang dan hukum yang akan datang. Irvan Mawardi mengatakan, misi ditulisnya buku ini yaitu untuk menghadirkan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) di publik agar bisa menjadi bahan diskusi di kalangan intelektual, aktifis, maupun masyarakat sipil.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Misi saya menulis buku ini sebenarnya di luar mainstream. Karena saya ingin menghadirkan PTUN di publik karena secara filosofis peradilan ini agak berbeda dengan peradilan lain,” terangnya.

Salah satu tujuan PTUN, lanjut Irvan, yaitu melindungi hak-hak warga negara dari keputusan-keputusan pemerintah yang berpotensi atau dianggap merugikan hak warga negara atau hak kelompok masyarakat. Namun pada kenyataanya, ruang yang seharusnya menjadi kewenangan PTUN yang semestinya dimanfaatkan masyarakat untuk mengevaluasi kebijakan-kebijakan pemerintah belum semuanya dimanfaatkan.

“Dilihat dari jumlah perkara, di tahun 2016 PTUN hanya menerima sekitar 2000 perkara. Sementara setiap hari demo nyaring keluar. Oleh karena itu, peradilan ini harus betul-betul menjadi momentum untuk  masyarakat indonesia dalam melindungi masyarakat dengan menguji akuntabilitas dan transparansi kebijakan-kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hajriyanto mengapresiasi diskusi dan peluncuran buku yang diadakan oleh MPM serta FH UMY. Menurutnya, orang Islam harus kuat secara hukum sehingga dalam berbagai langkahnya ditopang dengan pemahaman hukum yang cukup sehingga memiliki kesadaran hukum yang tinggi.

Irvan berharap dengan adanya buku ini mampu membuat masyarakat sipil memiliki konsentrasi lebih tajam dalam hal penegakan hukum. Ia mengaku bangga dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Sepanjang pengetahuan saya, belum pernah ada diskusi publik khususnya tentang PTUN tampil dalam masyarakat sipil. Namun Muhammadiyah melalui MPM mampu menyuguhkan hal ini. Mendiskusikan peradilan serta dinamikanya di forum masyarakat sipil yang besar menjadi kebanggaan tersendiri. Oleh karena itu terimakasih kepada MPM dan narasumber serta peserta yang hadir,” tandasnya (Yusri).

 

Tags: MPMmuhammadiyahPTUN
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Koalisi Indonesian Aid bersama Pemerintah RI Serahkan Bantuan Kemanusiaan di Rakhine

Koalisi Indonesian Aid bersama Pemerintah RI Serahkan Bantuan Kemanusiaan di Rakhine

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In