• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Buya Syafii Maarif: Mari Jadikan Diri Kita Pencari Kebenaran

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
20 Februari, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Buya Syafii Maarif: Mari Jadikan Diri Kita Pencari Kebenaran
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Fakta umat Islam di masa sekarang berada dalam kondisi terburuknya sejak cahaya Islam muncul di Makkah dan benderang di Madinah. Permasalahan yang terjadi di Indonesia dan bahskan negara-negara Islam menunjukan betapa Islam berada pada satu kondisi yang memprihatinkan.

“Kalau kita lihat, Islam berada dalam titik nadi yang paling rendah. Arab remuk, redam, jatuh tersungkur di muka bumi. Iraq hancur, Syria bermasalah, Afganistan hancur, Afrika Utara masih siuman sedikit, inilah persoalan kita,” ungkap Buya Syafii Maarif saat menjadi Keynote Speech dalam acara Seminar “Peran OJK dalam Lembaga Keuangan Syariah” yang digelar atas kerjasama Suara Muhammadiyah dengan Otoritas Jasa Keuangan pada Sabtu (18/2).

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

Menurut Buya Syafii, dalam logika Al Qur’an, Tuhan tidak pernah netral dan selalu berpihak. “Kalau Tuhan sudah berpihak pada suatu kaum, suatu umat, umat pasti jaya dan pasti menang. Kalau kita lihat secara teologis, kemana Tuhan berpihak?” tuturnya.

Pemihakan Tuhan, lanjut Buya, harus diundang. Mengutip salah satu ayat dalam Al Qur’an yang artinya “Allah tidak akan merubah nasih suatu kaum hingga kaum itu merubah nasibnya sendiri”, Buya Syafii berpesan agar umat Islam senantiasa menjadikan diri sebagai pencari kebenaran. “Supaya kita tidak larut dalam pesimisme, maka jadikan diri kita sebagai pencari kebenaran,” tegasnya.

Buya Syafii Maarif menjelaskan, dalam mencari kebenaran terdapat dua syarat agar Al Qur’an mau membukakan dirinya. Pertama, otak yang benar dan autentik. Kedua, hati yang bening dan benar. “Kalau tidak ada yang dua ini, walaupun kita membawa tasbih panjang, naik haji berkali-kali, berjubah panjang, berjenggot panjang, Al Qur’an tidak mau membukakan diri. Kuncinya adalah otak yang benar dan hati yang bening, yang lurus. Dan itu harus dilakukan secara jujur,” tandas Buya (Yusri).

Tags: Buya Syafii Maarifmuhammadiyahsuara muhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
Apresiasi Dampingan MPM, Haedar Nashir: Harta Termahal Kita adalah Tidak Pernah Menengadahkan Tangan

Apresiasi Dampingan MPM, Haedar Nashir: Harta Termahal Kita adalah Tidak Pernah Menengadahkan Tangan

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In