• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Syamsuddin Haris: Sistem Pemilu Belum Mampu Menghasilkan Keberpihakan Kepada Publik

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
25 Februari, 2017
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Syamsuddin Haris: Sistem Pemilu Belum Mampu Menghasilkan Keberpihakan Kepada Publik

Syamsuddin Haris dalam Seminar Tanwir Muhammadiyah “Kedaulatan Politik, Hukum, dan Ekonomi”, Islamic Center Ambon, Sabtu (25/2)

Share

AMBON, Suara Muhammadiyah- Syamsuddin Haris, peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia belum menghasilkan lembaga politik yang memperjuangkan kepentingan publik, khususnya kepentingan mayoritas Muslim.

Syamsuddin menerangkan, masalah dalam pembenahan pemilu yang penting dilakukan yaitu pada kualitas partai politik dan kualitas politisi. Apabila kualitas partai politik baik, maka bangsa juga akan menjadi baik.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Perbaikan politik ini adalah sebuah tantangan di dalam konteks pemilu legislatif. Sistem pemilu kita membuka peluang bagi siapa saja, yang tidak amanah, kompeten dan lain-lain. Tantangannya adalah bagaimana pemilu ini akan menghasilkan tokoh yang amanah dan akuntabel serta memiliki visi kebangsaan dan komitmen untuk maju yang tetap didasar pada kedaulatan rakyat,” jelas Syamsuddin, Sabtu (25/2) dalam Seminar Tanwir Muhammadiyah “Kedaulatan Politik, Hukum, dan Ekonomi” yang diselenggarakan di Islamic Center Ambon.

Salah satu problem yang dihadapi adalah bahwa pemilu di Indonesia belum didesign untuk kebutuhan sistem presidensil, dan juga pemilu kita masih bernuansa  parlementer. ”Salah satu upaya untuk menjadikan Muhammadiyah berkuasa secara politik adalah harus membenahi pemilu,” terang Syamsuddin.

Menurut Syamsuddin, publik mampu terlibat dalam pemilu, sehingga pemilu harus transparan. Persoalannya adalah bagaimana memulai ini? Karena pada umumnya partai politik tidak mampu mendiskusikan hal ini.

“Partai politik menikmati situasi ini sebagai berkah dan tak kunjung berubah. Di sini adalah posisi penting Muhammadiyah dan NU, dalam memberikan tekanan publik,” imbuhnya.

Keadilan yang dikemukanan berkali-kali tidak akan bisa berjalan tanpa perjuangan menuju kesana. Keadilan dan kesejahteraan tidak akan turun dari langit, sehingga Muhammadiyah diharap harus menempatkan kader terbaik melalui partai politik untuk perbaikan hal ini dalam jalan konstitusional.

Muhammadiyah, lanjut Syamsuddin, harusnya mampu memanfaatkan kesempatan ini dalam penataan politik yang lebih baik dan wakil-wakil yang amanah dan berpihak kepada mayoritas muslim.

“Ini salah satu agenda penting ke depan untuk Muhammadiyah, Muhammadiyah tidak cukup hanya berkeluh kesah, harus berjuang juga. Sudah waktunya kita ambil bagian dan mungkin apa yang dimaksud dengan amal usaha politik ini bisa didekati melalui cara ini,” ungkapnya.

Muhammadiyah diharap dapat berperan dalam mewujudkan pemilu yang bersih dan benar, serta mampu melahirkan pemimpin yang amanah dan sungguh-sungguh pada kepentingan rakyat.

“Muhammadiyah sekali lagi memiliki kader yang tersebar di berbagai partai politik, itu harusnya dikonsolidasikan dan dimaksimalkan agar secara politik bangsa ini akan lebih sejahtera dan baik untuk kepentingan mayoritas muslim,” tutupnya (Adam/Th).

Tags: muhammadiyahsyamsuddin harristanwirambon
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Paradigma Profetik Kuntowijoyo

Paradigma Profetik Kuntowijoyo

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In