• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Dosen STIE Ahmad Dahlan Raih Gelar Doktor ke-257 UNS

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
8 Maret, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dosen STIE Ahmad Dahlan Raih Gelar Doktor ke-257 UNS
Share

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah- Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) Jakarta, Mukhaer Pakkana berhasil meraih gelar Doktor ke 257 Universitas Sebelas Maret (UNS). Gelar doktor diraihnya setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Penguatan Ekonomi Perempuan Pedesaan Melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Semi-Formal, Studi tentang Koperasi Wanita (Kopwan) di Kabupaten Tangerang, Banten” di hadapan Dewan Penguji yang dipimpin oleh Prof Drs. Sutarno, MSc, PhD di ruang sidang senat UNS, Kamis (2/3).

Disampaikan Mukhaer bahwa LKM merupakan sumber pembiayaan mudah diakses. BRI Unit Desa yang beroperasi sebagai LKM bisa memberikan pelayanan sampai ke pelosok tanah air dengan tingkat bunga pasar dan tidak memerlukan subsisdi.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Di sampig itu, secara empiris tingkat pengembalian sangat baik. Pendekatan kelompok (tanggung renteng), terbukti efektif sebagai pressure group dan mengurangi biaya serta risiko penyaluran,” terangnya.

Menurut Mukhaer, berdasarkan penelitian diketahui bahw tingkat kemandirian keuangan LKM dalam melakukan penguatan ekonomi perempuan sangat ditentukan oleh bekerjanya faktor-faktor institusi yang didesain lebih awal seperti regulasi, mekanisme organisasi, reward and punishment, serta adanya institusi informal yang ada di masyarakat.

“Secara teoritik pengembangan LKM semi formal ke depan perlu mempertimbangkan kedua aspek secara simultan,” imbuhnya.

Adapun hasil dari penelitian tersebut yakni ditemukannya bukti bahwa perempuan anggota LKM semi formal memiliki kekhasan dan modal sosial. Untuk itu, LKM semi formal perlu memperluas anggotanya yang berbasis kaum perempuan berumah tangga.

“Perempuan relatif lebih berhati-hati dan waspada dalam menjalankan usahanya. Selain itu, perempuan yang berusaha di pedesaan cenderung lebih sadar terhadap risiko atas pertumbuhan yang cepat sehingga lebih memilih perkembangan usaha yang perlahan tapi berlanjut,” ungkapnya (Imam/ Yusri).

 

Tags: DoktormuhammadiyahSTIE Ahmad Dahlan
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
UMS Lakukan Penandatanganan Kerjasama dengan Universitas Pamulang

UMS Lakukan Penandatanganan Kerjasama dengan Universitas Pamulang

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In