• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Kebijakan Imigrasi Dicekal Hakim Hawaii, Shamsi Ali: Sikap Rasisme Trump Tidak Akan Langgeng

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
24 Maret, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Shamsi Ali: Empati dan Solidaritas Tinggi Muncul dari Masyarakat Amerika Secara Luas
Share

NEW YORK, Suara Muhammadiyah-Belum lama kebijakan pelarangan masuknya imigran dari 6 negara mayoritas Muslim berhasil dibekukan oleh Hakim Pengadilan Federal James Robart, kini menyusul Hawaii yang mematahkan pemberlakukan perintah eksekutif tersebut.

Shamsi Ali, menilai bahwa upaya orang nomor satu di Amerika untuk melarang Muslim datang ke negara tersebut akan gagal.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Saya yakin Amerika masih menjunjung tinggi Konstitusinya yang memperlakukan semua orang sederajat di depan hukum tanpa melihat latar belakang RAS,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima suaramuhammadiyah.id.

Kebijakan yang dibatalkan oleh Hakim Tinggi Hawai Derrick Watson merupakan hasil revisi kebijakan imigrasi sebelumnya yang rencananya akan diberlakukan mulai Kamis (16/3) lalu. Kebijakan tersebut berlaku bagi warga dari 6 negara yang terkena ban selama 90 hari, sedangkan pengungsi dilarang masuk ke AS selama 120 hari ke depan.

“Intinya adalah sikap rasisme dan anti Islam pemerintahan Donald Trump tidak akan langgeng. Sebab bagaimanapun juga Amerika adalah negara dengan institusi yang kuat. Institusi yang solid di atas Konstitusi dan nilai-nilai universalnya,” lanjut Shamsi.

Watson mengatakan bahwa pembatalan dilakukan karena kebijakan tersebut terbukti didorong oleh kebencian terhadap agama tertentu. “Ketidaklogisan (kebijakan) pemerintah tersebut mampu dilihat. Gagasan dalam menunjukkan kebencian kepada sejumlah kelompok dengan menjadikan semua orang target dari kebencian tersebut secara mendasar adalah hal yang salah,” tegasnya.

Shamsi Ali pun tidak tahu lagi apa yang akan dilakukan oleh Trump pasca dicekalnya kebijakan eksekutif tersebut. “Yang pasti, saya khawatir kebijakan-kebijakan yang akan diambil Trump tidak lagi memiliki kharisma karena seolah hanya mainan dan lelucon,” tandas Shamsi Ali (Th).

 

 

 

Tags: muhammadiyahShamsi AliTrump
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Dakwah yang Memasuki Lorong Gelap dan Gemerlap

Dakwah yang Memasuki Lorong Gelap dan Gemerlap

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In