• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Lazismu Jemput Petani Karawang yang Sakit dari RSIJ Cempaka Putih ke Tanah Abang

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
21 Maret, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Lazismu Jemput Petani Karawang yang Sakit dari RSIJ Cempaka Putih ke Tanah Abang
Share

JAKARTA, Suara Muhammadiyah- Nengsah (34) petani asal Karawang itu demam tinggi. Malam Ahad itu (18/3) ia segera di bawa Lazismu dan MDMC ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSIJ Cempaka Putih. Lazismu berkoordinasi dengan RSIJ agar petani itu mendapat perawatan.

Menurut Tim Medis RSIJ Cempaka Putih, Nengsah mengalami infeksi lambung. Telat makan dan lamanya perjalanan selama 3 hari dari Karawang menuju Jakarta, adalah faktor pemicu Nengsah sakit.

Baca Juga

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Senin, 20 Maret 2017, RSIJ Cempaka Putih mengabarkan kepada Lazismu bahwa Nengsah kondisinya sudah membaik dan Lazismu dipersilakan menjemputnya.

Saat ini Nengsah sudah berada di tempat relokasi bersama petani lainnya. Nengsah mengatakan malam itu perutnya begitu sakit dan pingang juga alami rasa sakit yang sama. “Suhu tubuh saya panas dan demam,” kata Nengsah. “Terima kasih saya sampaikan kepada Lazismu dan Dokter yang telah merawat saya,” tambahnya.

Petugas ambulans Lazismu, Helmi mengatakan, tim dokter mengijinkan Lazismu untuk menjeputnya. Dokter mengatakan Nengsah harus banyak istirahat, cerita Helmi menirukan Syahrul salah satu staf Lazismu yang ikut memfasilitas petani yang sakit.

Nursamsu (33) petani lainnya di tempat relokasi mengatakan, kami sebetulnya juga tidak ingin sakit dan susah seperti Ibu Nengsah. Kami ingin segera pulang dan hidup bertani seperti biasa. “Sekarang kami tidak tahu harus melakukan apa, rumah dan tanah tempat kami bertani Jeruk telah digusur,” kata Samsu.

Hal senada dikatakan Samsuri (57), bahwa dirinya bersama yang lain telah bertani selama bertahun-tahun. “Itu mata pencaharian kami sehari-hari, sejak lebaran Idul Fitri tahun kemarin, kami tak sanggup hidup tanpa bekerja” tegasnya. “Bagaimana dengan nasib keluarga dan anak-anak kami?” sambungnya.

Mereka pun ingin cepat pulang kampung, dan pemerintah kabupaten Karawang dapat menyelesaikan persoalan ini. Samsuri menambahkan, “Kami semua tidak ingin ditampung di tempat lain jika kami tidak bekerja,” pintanya (na).

 

 

 

 

Tags: LazismumuhammadiyahPetani Karawang
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 
Berita

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

11 Maret, 2026
Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Next Post
Direlokasi ke Panti Muhammadiyah, Lazismu Bantu Logistik Petani Karawang Selama Mengungsi

Direlokasi ke Panti Muhammadiyah, Lazismu Bantu Logistik Petani Karawang Selama Mengungsi

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In