• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Kwarwil HW : Hizbul Wathan Pendukung NKRI

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
17 April, 2017
in Dinamika persyarikatan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kwarwil HW : Hizbul Wathan Pendukung NKRI
Share

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah-Hizbul Wathan sebagai organisasi kepanduan haruslah sejajar dengan Pramuka, begitulah ugkap ketua PDM Purworejo, Pudjiono dalam sambutan Ketua PDM Purworejo di pelantikan bersama Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah bersama Kawarda HW Purworejo di Auditorium Kasman Singodimedjo.

Dengan mengangkat tema “Gerakan Generasi Peradaban Berakhlaq Mulia untuk Purworejo Berkemajuan” dihadiri perwakilan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo, Forkompida Purworejo, Organisasi Kepemudaan dan lainnya.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Pudjiono, juga menambahkan dalam prosesi pelantikan inilah momentum Hizbul Wathan untuk memahamkan bahwasanya sejajar dengan pramuka terlebih yang hadir dalam forum ini adalah pemerintahan kabupaten Purworejo agar dapat ditindak lanjuti di tingkat Pemerintahan Daerah.img_9807

Hal senada juga diungkapkan Kwartir Wialayah Hizbul Wathan Jawa Tengah, Joko Susanto. Menurutnya, berdirinya HW pada tahun 1918 dan setelah adanya proklamasi kepanduan HW kemudian dileburkan menjadi Pramuka. “Dan hasdug HW kenapa tidak ada lambang kain merah putihnya bukan berarti HW tidak cinta tanah air. Justru nama HW dengan artinya pembela tanah air yang dulu bernama Panvinder mencirikan bahwa HW adalah kepanduan yang sama dengan pramuka dalam hal cinta tanah air,” ungkapnya.

“Mengutip yang pernah disampaikan Adikyaksa Daud tidak adda pramuka jika keberadaan HW tidak ada. Bahkan dalam arsip nasional berdidinya HW sudah tercatat sejak dulu. Sebagai kepanduan HW juga sama seperti adanya pandu Maarif NU dan syariat Islam,“ ungkapnya.

Dalam penghujung paparan sambutan motivasinya menekankan bahwasanya kader Hizbul Wathan harus selalu memegang teguh prinsip, undang-undang HW dan lainnya serta jargon “sedikit bicara banyak bekerja” (Akhmad Musdani).

Tags: Hizbul WathanmuhammadiyahPurworejo
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
SMP Muhammadiyah 1 Program Khusus  Boyolali Gelar Kelas Inspiratif

SMP Muhammadiyah 1 Program Khusus  Boyolali Gelar Kelas Inspiratif

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In