YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah—Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi, bulan di mana umat muslim berbondong-bondong beramal saleh, masjid mulai terlihat ramai, TPA yang tadinya sedikit santrinya menjadi banyak dan berbagai kegiatan lainnya. Pesantren Mahasiswa KH Ahmad Dahlan (PERSADA) Yogyakarta menyadari hal itu. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masjid dan TPA yang ada disekitar Kampus 4 UAD Yogyakarta, Persada menyelenggarakan pembekalan para santri dengan berbagai pelatihan.
Mustafa Ahyar, kepala bidang Dakwah dan Publikasi Persada, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pengabdian Ramadhan yang diselenggarakan oleh Persada sudah berjalan empat kali, terhitung sejak tahun 2013.
“Pengabdian Ramadhan 1438 H ini adalah kali kelima, awalnya hanya delapan masjid, yang ada disekitar Persada. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah santri Persada, tahun lalu kita melakukan pengabdian kepada 15 masjid/musala,” ungkap Mustafa.
Pengabdian yang dilakukan, kata Mustafa, meliputi Pembelajaran TPA, kultum sebelum buka puasa bersama, kultum tarawih dan imam salat tarawih.
Adapun, pembekalan Ramadhan 1438 H, dilaksanakan dalam dua tahap, pertama dalam bentuk pelatihan Dakwah, dengan materi Metode dan Strategi Dakwah dan kedua adalah pelatihan Pembelajaran TPA.
Pelatihan Dakwah disampaikan oleh Dr. Anhar Anshori, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah sekaligus Ketua LPSI UAD Yogyakarta. Menurutnya, metode dakwah bi al-Lisan harus diimbangi dengan dakwah bi al-Hal. Adapun, salah satu strategi yang perlu diperhatikan oleh para da’i ketika hendak menyampaikan ceramahnya, mesti berpenampilan menarik, rapi dan meyakinkan.
Selain itu, managemen waktu juga harus dikuasai, agar ceramah tidak keluar dari maksud yang hendak disampaiakan, “Apabila saudara diberikan waktu sepuluh menit, maka bagilah ia kedalam tiga bagian. Pertama muqaddimah 1,5 menit, kedua khatimah 1 menit, sisanya materi yang akan disampaikan kepada jamaah,” kata Anhar dalam menyampaikan materi di Aula Islamic Center UAD, Kamis (4/5).
Misalnya akan menyampaikan ceramah tentang puasa di bulan Ramadhan, lanjut Anhar, perlu kiranya menyampaikan pengertian Puasa dan Ramadhan itu sendiri, selanjutnya menguraikan bahasan yang kaitannya dengan hal itu, seperti Imam al-Ghazali membagi puasa dalam tiga tingkatan.
Strategi lain yang juga harus dipahami oleh para da’i, di antaranya tidak boleh terkesan menggurui, dakwah disampaikan dengan bahasa yang singkat, jelas dan mudah dipahami, menatap wajah jamaah dan kuasai materi itu sendiri. (Mas DF)
