• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Ngaji Kebencanaan, Cara Muhammadiyah Purbalingga Tingkatkan Kepekaan Terhadap Bencana

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
14 Mei, 2017
in Dinamika persyarikatan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ngaji Kebencanaan, Cara Muhammadiyah Purbalingga Tingkatkan Kepekaan Terhadap Bencana
Share

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah-Jika biasanya ngaji dilakukan dengan ceramah tentang keagamaan, kali ini Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah Disaster Managemen Center (LPB-MDMC) Purbalingga justru melakukan hal yang berbeda dengan Ngaji Kebencanaan, beberapa waktu lalu.

Suprapto Ketua LPB MDMC Purbalingga dalam penyampaiannya, warga Muhammadiyah di Desa Kertanegara, Kecamatan Kertanegara, Purbalingga Jawa Tengah diminta untuk tidak mendirikan rumah di bantara atau pinggir sungai.

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

“Pendirian rumah di bibir sungai selain menyalahi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. Pendirian rumah di bantaran sungai juga rawan akan bahaya banjir,” tandasnya.

Suprapto menambahkan, tindakan mencegah untuk tidak mendirikan rumah di tepi sungai perlu untuk disampaikan kepada masyarakat. Pasalnya menjaga keselamatan jiwa dan keseimbangan alam adalah hal penting yang di ajarkan oleh Islam.

“Untuk itu lebih baik, di sempadan atau di pinggir-pinggir sungai kita Tanami pohon-pohon yang memiliki akar yang kuat, seperti pohon kelapa,” tambahnya.

Pengajian juga di sampaikan tentang Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Termasuk materi pra-bencana dan jenis-jenis bencana. Serta Perencanaan dalam menyusun dan menghitung kebutuhan, jika terjadi bencana.

Sementar itu Ketua PCM Kertanegara H Solihin Mabruri mengatakan, dengan banyaknya kejadian bencana di Kabupaten Purbalingga, perlu dilakukan pemahaman terhadap masyarakat terhadap kebencanaan.

“Ini perlu dilakukan kajian tentang kebencanaan, agar warga bisa memahami dan memiliki kesiapan apabila terjadi bencana,” jelasnya (Tegar Roli A).

Tags: KebencanaanMDMCmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
Amerika: Bangsa Imigran

Efek Pilkada Jakarta

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In