• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Syafii Maarif: Jadilah Negarawan di Level Masing-Masing

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
19 Mei, 2017
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jurnalistik Pelajar dan Kampanye Positif di Tengah Tsunami Informasi
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum PP Muhammadiyah 1998-2005, Ahmad Syafii Maarif menjadi salah satu pembicara dalam gelaran Aksi Kebhinnekaan Pelajar Jogja bersama Maarif Institute dan Cameo Project, di Ballroom Tugu Edu Hostel Yogyakarta, pada Jumat, 19 Mei 2017.

Dalam kesempatan itu, Buya Syafii mengaku prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia belakangan ini. Di usianya yang mencapai 72 tahun, segi peradaban dan moral tidak menunjukkan kondisi suatu bangsa yang dewasa. “Masyarakat kita agak gamang menghadapi situasi,” katanya.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Ada kelompok yang menganut mazhab kebenaran tunggal. Mazhab yang seperti ini pertanda dari peradaban yang sudah lelah, kehabisan stamina,” kata Buya Syafii yang menggambarkan kondisi ini merupakan bagian dari peradaban Arab modern yang diekspor ke berbagai negara muslim lainnya di seluruh dunia.

Menurutnya, masyarakat sering menyamakan antara Arab dengan Islam. Seolah-olah semua yang dari Arab adalah bagian dari Islam itu sendiri. Padahal kenyataannya, orang Arab merupakan peradaban yang bermacam wajah. Perpecahan, konflik, dan gesekan politik terjadi tiada henti. “Residu (stamina) itu kita ambil karena dibawa oleh orang-orang yang kita anggap mengeri Islam,” katanya. Padahal, lanjut Buya, peradaban Arab yang hancur, merupakan akibat dari ketidaksesuaian perilaku dengan ajaran Islam yang menjunjung perdamaian dan persaudaraan.

Sebagai peradaban yang sedang lelah dan hampir kehabisan stamina, maka tidak bisa berpikir normal dan objektif. Bahkan, kata Buya, mereka nekad menggunakan ayat-ayat Allah untuk memuaskan hasrat politik. Permasalahan politik disampaikan dengan hujatan bukan dengan bahasa yang positif. “Dan Islam menjadi korban di tangan penganutnya,” kata Buya.

“Politik sekarang tunamoral dan peradaban, kita kekurangan jumlah negarawan. Banyak saat ini yang tidak menjadikan Pancasila sebagai pedoman membangun bangsa. Dengan acara ini, mudah-mudahan berguna bagi mereka untuk membangun wawasan berbangsa, membela nilai Pancasila, dan melawan semua kenderungan yang merusak bangsa,” ulasnya.whatsapp-image-2017-05-19-at-2-38-31-pm-1

Sebagai sesepuh negeri, Buya Syafii mengkhawatirkan masa depan bangsa justru dikuasai para demagog. Mereka adalah orang-orang yang pandai berpidato, menghasut, dan menjadi alat bagi orang-orang yang bertaruh bagi kepentingan politik sesaat. Oleh karena itu, Buya Syafii berharap para pelajar yang mengikuti kegiatan ini menjadi sosok-sosok negarawan yang berintegritas tinggi.

“Saya berharap adek-adek menjadi negarawan pada level masing-masing. Jangan berhenti di level politisi sumbu pendek. Kalau tidak, saya khawatir Indonesia tidak bisa mencapai cita-cita kemerdekaan,” kata Buya. Kondisi ini diperparah karena mayoritas masyarakat dan elit bangsa tidak menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun bangsa. (Ribas/Foto:Ulin)

Tags: Buya Syafii Maarifmuhammadiyahnegarawan
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
SMK Muhammadiyah Pekalongan Studi Banding ke SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi

SMK Muhammadiyah Pekalongan Studi Banding ke SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In